"Minta dan yakinlah, berharap dan berjuanglah, 
insyaAllah tercapai jua. 
Karena tidak ada yang tidak mungkin, 
kalau Allah Mengizinkan."

***

Orang yang mempunyai target demi target dalam menjalani kehidupan, akan terlihat berbeda dari yang sebaliknya. Karena ia ingin mencapai target yang berikutnya, setelah satu demi satu target berhasil ia kuasai dan lewati dengan baik.

Dengan demikian, tidak ada lagi waktu yang ia sempatkan untuk menjadi tidak menjadi optimis. Karena ia yakin akan pencapaian demi pencapaian yang ia sedang bergiat di dalamnya. Bisa saja bagi sebagian orang tidak mungkin tercapai, namun orang yang optimis, yakin ia bisa. InsyaAllah, begini ia membisiki dirinya sendiri. Sebelum ia melanjutkan langkah-langkah yang berikutnya. Karena ia yakin, tidak ada daya dan upaya yang dapat ia laksana tanpa pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ya, sepenuhnya ia percaya. Adakah kita pun?

Kemudian, satu persatu langkah pun ia ayunkan. Satu demi satu gerak ia upayakan. Agar, ia terus bergiat untuk menaklukkan dirinya sendiri, terlebih dahulu. Sebelum akhirnya, ia pun menemukan dirinya turut tersenyum atas segala yang ia capai, setelahnya. Ia boleh turut tersenyum, kalau ia berkenan. Namun, terkadang, ia seakan masih tidak percaya dengan hasil berikutnya yang berada dalam genggaman. Ia terpesona, tidak menduga apalagi mengira. Ternyata, memang… tidak semua yang ia harapkan menjadi kenyataan. Namun di balik sebagian harapan yang telah menjadi kenyataan, ia berucap, “Alhamdulilaah…”

Genggaman jemarinya belum sempurna, makanya ia tidak memperoleh semua yang ia damba. Karena kalau pun ia terima seluruh harapan di genggaman, mungkin akan berceceran dan tidak dapat ia mengumpulkan lagi. Dan dari segala yang ia punya, ia memetik hikmah dan pesan, bahwa syukurnya perlu lebih meninggi. Ia perlu bersyukur setiap hari, tidak hanya hari ini saja. Namun esok, lusa dan esoknya lagi, syukur perlu menjadi teman diri. Setia, penuh dengan disiplin membersamainya. Sebagaimana halnya mentari yang muncul setiap pagi dari ufuk timur, dari sana ia perlu mengambil teladan. Mentari, lagi dan lagi mentari pagi, ia ingin temui esok hari.

Ada yang terus memandanginya, seraya bertanya di dalam hati, “Wahai… ada apa lagi gerangan, ia mengharap dapat melihat mentari esok hari? Padahal belum tentu kesempatan itu menjadi sahabat terbaiknya.”

Ia berpaling tidak peduli, lalu menekankan lebih kuat lagi pada diri. Seraya membujukinya, lalu beraikan sebaris janji. Ia berjanji pada diri sendiri, ia memberikan motivasi, bahwa kita, “Optimis, Bisa! InsyaAllah.”

Tidak sendiri, ia kini. Karena selain dirinya, masih banyak pribadi lain di luar sana yang juga sedang berjuang untuk menaklukkan dirinya sendiri. Ada banyak pribadi lain yang juga sedang berusaha untuk memberikan motivasi terbaik pada dirinya. Sehingga ia tidak perlu lagi merasa bahwa ia sedang sendiri.

Ia, ia adalah mungkin saja aku, engkau ataupun sesiapa di sana. Ia, ia bisa saja adalah diri-diri kita yang lalu. Ia, ia dapat saja diri kita hari ini. Dan mungkin saja, ia, ia adalah sesiapa saja yang pernah kita temui dalam perjalanan kehidupan kita pada hari-hari yang lalu. Nah! Semoga, dalam pertemuan kita dengan beliau-beliau semua pada hari-hari yang berikutnya, kita sama-sama mengembangkan jemari seraya berangkulan. Untuk kembali berbagi energi. Energi selayaknya mentari pagi yang sedang kita harapkan hadirnya, esok, pagi-pagi sekali.

Dan hari ini, aku optimis, bisa! InsyaAllah, esok pagi melihat mentari bersinar dengan ramahnya terhadap bumi dan alam sekitar. Karena aku rindu, nuansa serupa, sama seperti tadi pagi. Ketika aku sedang melangkah di bawah semburat sinar mentari, aku merasakan ada yang sebelumnya hilang, telah kembali lagi. Dan keadaan yang sama, seakan mengingatkanku pada sesosok pribadi yang membuatku kembali bangkit hari ini. Bangkit untuk berkata, Optimis, bisa! InsyaAllah. Aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku bisa mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan kami lagi, sesaat setelah ku melihat ia terdiam, berdiri, tertunduk sejenak, seraya memperhatikan diri. Ia berkaca, ia berkata, “Who am I. Maka aku masih berada di sini, hingga saat ini. Bukankah lebih baik kiranya, aku segera meneruskan perjuangan lagi?.”

Terkadang kita tidak mengenal, bahkan diri kita sendiri. Hingga ada yang datang mengingatkan kita, lalu menyampaikan pada kita beberapa buah pertanyaan. Pertanyaan yang kita sendiri ternyata tidak mampu menjawabnya. Walaupun pertanyaan demi pertanyaan berhubungan dengan diri kita sendiri. Nah! Ketika masa tersebut datang, apa yang dapat kita perbuat, wahai diri? Kalau saja, pada saat kesempatan masih luang, kita masih sibuk memperhatikan dan mendeteksi tentang orang lain, lalu menggosipi. Ai! Sungguh, hari-hari akan berlalu. Sedangkan waktu yang ikut bersama hari-hari yang berlalu, tidak akan pernah kembali lagi. Walaupun hanya sedetik adanya. So, segeralah mawas diri, menghitungnya, memperhitungkan, apakah yang telah ia persiapkan untuk bekal terbaiknya? Apakah hingga saat ini, ia masih menjadi pribadi yang optimis, dan berkata, bahwa ia bisa! InsyaAllah….

“Bisa? Bisa? Bisa, apa?,” engkau bertanya.

“Salah satunya adalah bisa menyampaikan hal penting yang ingin kita sampaikan dengan cara terbaik, tentunya,” jawabku mengakhiri pertemuan kita malam ini. Karena sudah larut, kiranya. Sedangkan aku, perlu mempersiapkan beberapa hal untuk esok hari. Untuk hari esok.

Oke,,.. sampai berjumpa lagi, Mentari… ^^ Ku akan merindukanmu, (lagi).

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s