Aku tidak tahu mengapa? Allah Rabb-kita, mempertemukan aku denganmu. Namun aku tahu, pasti ada makna yang terselip dalam pertemuan kita. Oleh karena itu, aku tidak akan mencari tahu alasan mengapa Dia mempertemukanku denganmu. Namun sedapat mungkin aku berupaya untuk memaknai kebersamaan yang sedang kita jalani saat ini.

Aku tidak tahu kapan? Allah Rabb-kita, akan mempertemukan aku denganmu. Namun aku yakin dan percaya, bahwa kita akan bertemu jua, kalau Dia Mengizinkan pertemuan kita. Sehingga aku menikmati detik-detik waktu yang sedang aku jalani walaupun tanpa bersamamu. Kapanpun itu.

Aku tidak tahu di mana? Allah Rabb-kita, akan memberikan kita kesempatan untuk bersua pertama kalinya. Namun aku tahu bahwa masih ada tempat tersisa di dunia-Nya yang fana, menjadi tempat kita bertemu. Sehingga aku terus melangkahkan kaki-kakiku. Aku mengayunkan tanganku yang melenggang bebas di sepanjang perjalanan. Dan bersama senyuman, aku memperdalam keyakinanku, bahwa engkau ada. Karena aku ada.

Aku tidak tahu siapakah? Engkau yang Allah, Rabb kita persiapkan untuk menjadi bagian dari kehidupanku berikutnya. Namun aku tahu bahwa engkau adalah seorang yang denganku engkau setara, kita sepadan dan sama-sama hamba-Nya, walaupun tidak mirip rupa. Namun kita sehati adanya. Ah, semakin aku penasaran, siapakah engkau yang sesungguhnya?

Aku tidak tahu bagaimana? Allah mengatur rencana untuk pertemuan kita. Namun aku sungguh yakin bahwa rencana Allah adalah yang terbaik, terindah dan bertabur hikmah untuk benar-benar aku jalani dengan sesungguhnya. Sehingga bersama keyakinan yang ada, aku semakin mencintai-Nya. Karena Dia Mencintaiku lebih dari yang aku tahu. Bahkan sebelum aku mengenal apakah itu cinta?

Aku yakin bahwa Dia telah menitipkan padamu bagaimana cara untuk mencintaiku. Sehingga aku mengerti dan memahami. Dan dengan pemahaman itu, aku pun mencintaimu dengan caraku. Cara yang Allah pun titipkan padaku. Begitu. Iya, begitu. Sehingga tidak lagi perlu kita ragu atau pun keliru sampai merasa kaku untuk memberaikan segalanya. Karena semua terjadi dengan Kuasa-Nya. Dan aku menyadari, tiada daya dan upaya ku tanpa Pertolongan dari-Nya. Karena aku hanya hamba. Hamba yang patuh pada Ketentuan-Nya dan menjalani kehidupan dalam rencana-Nya.

Seperti saat ini, engkaukah itu? Engkau yang aku temui hari ini, di sini, di lokasi yang mungkin saja engkau telah tidak ingat lagi. Bahwa sebelumnya, kita pernah bersua di sini. Namun, aku masih ingat. Ingatan yang menjadi jalan tersenyumku lebih indah lagi. Senyuman yang aku rangkai ketika kita sedang tidak bersama, untuk aku tebarkan saat bersamamu. Senyuman secerah sinar mentari, pagi hari. Pagi yang mengingatkanku pada awal kita bersua. Beberapa saat setelah sang fajar menyingsing.

Dan aku berharap, esok aku tidak sedang bermimpi. Saat engkau kembali hadir di hadapanku. Karena aku yakin, engkau akan kembali, untuk menemuiku dan membersamaiku untuk menghabiskan waktu kita semenjak awal hari sampai malam menjelang, hingga pagi lagi. Dan engkau pun berada di dalam zona hidupku, yang akhirnya menjadi zona hidup kita, forever.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s