Terkadang… kita lupa. Bahwa waktu sungguh sangat berharga. Walaupun sedetik adanya, semenit apalagi satu jam. Hingga kita tidak lagi mengenal waktu. Akibatnya, kita pun tersibukkan dengan aktivitas kita sendiri. Tanpa peduli lagi dengan orang-orang yang berada di sekeliling kita. Beliau yang menjadi jalan sampaikan kita pada keadaan kita seperti saat ini.

Terkadang bahkan sering, kita terlupa. Kita lupa pada lingkungan yang menjadikan kita seperti diri kita saat ini. Padahal tanpa mereka diri kita bukan siapa-siapa. Dan saat ini, ingatlah kita lalu terjaga. Kita pun terjaga dari lelap. Lelap yang membawa kita pada mimpi-mimpi tak berujung. Mimpi-mimpi yang menenggelamkan kita dalam keindahan semu yang ia tawarkan. Dan kita terlena.

Terkadang, bahkan sering, kita lupa…
Kita lupa saat usia ternyata telah senja. Dan kita baru tersadar. Belum banyak yang dapat kita perbuat untuk beliau-beliau semua. Beliau yang sangat berjasa terhadap kita. Hingga menyesallah kita, ah.. tiada guna penyesalan di ujung jalan. Baiklah sekarang, selagi kita masih berada di perjalanan yang masih panjang, kita terus terjaga. Kita menjaga, dan kita berjaga-jaga. Siapa tahu, usia kita sedikit lagi. Sadarlah kita, segera.

Terkadang, kita tidak sengaja. Bersikap dan berbuat seadanya. Kita sampaikan apa yang ada, kita berbuat apa adanya. Namun kita lupa, ada yang sedang memperhatikan kita dari ujung sana. Ah… semoga beliau baik-baik saja, yaa…

Terkadang, kita tidak selalu harus melihat dengan mata yang terbuka. Tidak. Tidak selalu. Kalau kita percaya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan begitu, semoga kita semakin yakin, dengan Penglihatan-Nya yang menjadikan kita dapat melihat apa pun yang tidak dapat terlihat mata. Karena kita bukan siapa-siapa. Hanya tulang belulang berbalut daging, jika kita belum menemukan selembar jiwa yang sedang bersemayam di dalam raga.

Ah… usah lagi terlupa. Yaa… Untuk Peduli dan Berbagi bersama jiwa.

Best Regards,
~…My Surya…~

We are dealing with a situation that is not all IDEAL so we be a DYNAMIC personal
🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s