Heii teman… senang rasanya kita dapat kembali bersua di sini, hari ini. Setelah beberapa hari yang lalu, kita berpisah sejenak. Untuk menikmati indahnya nuansa silaturrahim. Dan ternyata, benar-benar berkesan.

Baiklah, hingga tahun ini, aku masih di sini. Ya, di kota ini. Kota yang menjadi sarana bagiku untuk meneruskan perjuangan. Bandung. Dan pada beberapa hari yang lalu, dalam rangka liburan dan lebaran, aku berkunjung ke kota lain, di Jakarta.

Di Jakarta, aku berjumpa dengan beliau-beliau yang menyambutku dengan bahagia. Kebahagiaan yang menebar hampir setiap waktu di sepanjang hari-hari yang kami jalani, masih tersisa hingga kini. Kebahagiaan berkumpul dengan keluarga, bersama dalam canda tawa dan berbagi cerita tentang dunia dan segala isinya. Intinya, kebahagiaan itu memang ada, ternyata. Ya, kebahagiaan itu sungguh nyata, wahai saudara saudari. Oleh karena itulah, maka aku pun bersedia untuk menitipkan beberapa titik kebahagiaan yang pernah kami alami, agar ia abadi, di sini.

Dalam kebersamaan, tentu lebih mudah bagi kita untuk mengenali, siapakah yang sedang berada di sekeliling? Sedangkan pada saat sendiri, maka akan sangat mudah bagi kita untuk mengenali dan bertanya, "Siapakah diri ini?".

Sehingga di sela-sela waktu kebersamaan, akan sangat ringan wajah ini menampilkan senyuman terbaiknya. Sedangkan pada waktu bersunyi di kala sepi, ia terkadang tidak mudah menyadari dirinya. Dan kini, di sini, aku sedang sendiri. Karena dengan sendiri, lebih mudah bagiku untuk mengenali apa yang sedang aku pikirkan. Dan apakah yang sedang ada di dalam pikiranku saat ini? Yah. Saat ini aku sedang berpikir tentang sebuah keluarga bahagia, yaitu "Happy Family". Begini aku melekatkan sebaris kalimat terhadap selembar potret berikut:

Selayang pandang, aku menyaksikan wajah-wajah yang sedang terbidik kamera pada siang hari yang cerah tanggal 8 Agustus 2013 yang lalu, peeeennnuh dengan senyuman. Setelah aku perhatikan benar-benar, senyuman itu masih ada hingga hari ini. Dan aku berharap saat ini pun sama. Aamiin. Karena kita dapat berjumpa lagi di sini, saat ini… Buat Keluarga Bahagia, aku ingin menyampaikan sebaris senyuman, hari ini.🙂🙂🙂

"Oia, mengapa keluarga bahagia?," tentu engkau menanya padaku.

"Karena pada saat berkumpul dengan beliau semua, aku merasakan kebahagiaan berlebih. Kebahagiaan yang aku alami sama seperti ketika aku bersama dengan keluarga (Ayah, Bunda, Uni, Own, Onna, Odi dan sanak keluarga ketika kami berkumpul (di kampung halaman). Dan kini kami sedang berjarak raga dalam jarak yang tidak lagi sedepa. Karena aku sedang merantau di kota lain. Yes. Dan "Keluarga Bahagia" adalah salah satu jalan yang menyampaikanku di sini, saat ini. Hingga kita pun berjumpa dalam pertautan kata yang mewujud rangkaian pesan. Pesan yang mensenyumkan, dalam harapku dapat kembali ku hayati pada suatu hari yang akan datang. Lalu, aku pun terharu saat menatapnya lagi. Begitu. Ya.

Dan hari ini, aku hanya ingin mengukir sebuah harapan (lagi) tentang kebersamaan dalam keluarga yang bahagia. Adapun harapan itu adalah, "Aku ingin berada dalam sebuah potret yang mengabadikan kebersamaan kami dengan keluarga, seperti halnya potret di atas. Amiin." Namun tentang waktunya, hanya Allah Yang Maha Tahu. Sedangkan aku terus dalam harap.

Harapan. Berkisah tentang harapan, ia dapat menjadi salah satu sarana yang menjadi jembatan bagi kita dalam merengkuh cita. Dan harapan itu ada sebagai sarana yang tidak akan pernah putus ataupun usang. Ia ada dan senantiasa baru. Karena harapan adalah kehidupan. Dengan demikian, selagi kita masih mempunyai harapan, maka kehidupan yang sedang kita jalani menjadi lebih terasa hidupnya.

Jadikan harapan sebagai salah satu jalan hadirkan kebahagiaan. Sehingga karena kita mempunyai harapan, maka kita dapat berbahagia kapan saja, bersama siapa saja, dan di mana saja. Sampai akhirnya, berkumpul dengan keluarga bahagia yang pernah kita harapkan dapat terlaksana.

Berbahagialah engkau yang saat ini berkumpul dengan keluarga dan engkau berbahagia. Karena tidak banyak yang mempunyai kesempatan serupa denganmu. Namun lebih berbahagialah engkau walaupun saat ini belum dapat berkumpul dengan keluarga bahagiamu. Kalau engkau masih mempunyai harapan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s