Sesekali, di antara padatnya jadualmu beraktivitas, sempatkanlah untuk melihat indahnya dunia di luar sana. Melalui jendela yang terbuka, engkau dapat menyaksikan kerlipan bebintang pada malam hari. Pun cerahnya sinar mentari ketika siang. Namun engkau tidak akan pernah mampu melihat semua itu, apabila engkau masih berada di dalam ruang tempatmu berada saat ini, lokasi engkau beraktivitas.

Tidak perlu sering-sering, namun lakukanlah berbagai aktivitas lainnya yang dapat memperkaya ruang imajinasimu. Karena kesempatan dan peluang terbuka selebar-lebarnya bagimu, untuk berkreasi dan mencurahkan segala uneg-uneg dan hasil pikirmu. Kalaulah tidak berguna bagi orang lain, setidaknya bagi dirimu ia berguna. Ia berguna untuk menjadi jalan ingatkanmu lagi, pada masa-masa engkau menjalani waktumu.

Berada di depan komputer yang menyala, duduk di sebuah kursi, hampir setiap hari, apakah engkau tidak bosan? Lalu, bagaimana dengan ragamu yang menjadi sarana bagimu dalam beraktivitas? Apakah engkau tidak memberikan perhatian padanya? Sedangkan hatimu nan sekeping, tentu ia ingin menemukan kebebasannya pula. Begitu pula dengan pikirmu. Ia tidak hanya melakukan satu aktivitas yang sama dalam waktu yang berbeda, bukan? So, cobalah, belajarlah, untuk melakukan hal-hal baru yang dapat mencerahkanmu. Ya, setelah engkau merasakan bahwa rutinitasmu yang kebanyakannya sama, dan itu sungguh menjemukan. Padahal sesungguhnya engkau adalah pribadi yang inginkan perubahan dan tidak lagi dalam kondisi yang seperti sekarang, di masa setelah saat ini, bukan? And what do you think about this?

Aku hanya menyarankan. Sedangkan yang menjalani adalah engkau. Jadi, kembali lagi kepadamu yang mempunyai wewenang penuh dengan dirimu. Ini semua aku lakukan, karena aku sangat peduli denganmu. Dan aku tidak ingin engkau akhirnya menjadi seorang yang tidak tahu apa-apa setelah usiamu bertambah. Padahal, kalau engkau jeli dan cermat menemukan peluang, banyak jalan yang dapat engkau tempuh untuk memberikan yang terbaik tidak hanya bagimu, masa depanmu, namun bagi lebih banyak lagi insan di dunia ini. Itu kalau engkau mau.

Ya, karena semua bermula dari kemauan. Apabila engkau mau, kemudian melanjutkannya dengan usaha, maka engkau pun bisa. BISA. Sama seperti beliau-beliau di sana, sesiapa saja yang selama ini selalu engkau perhatikan. Engkau pun bisa merengkuh citamu, walaupun memang tidak cepat.

Seperti halnya sebuah batu yang keras, ketika ia tertimpa tetesan air terus menerus, maka akan terbentuk lobang pada permukaan batu tersebut. Dan kalau tetesan itu berlangsung terus menerus, maka mungkin saja akan menggerus seluruh permukaan batu yang keras tadi. Begitu pula dengan dirimu. Engkau yang sebelumnya mempunyai hati yang keras membatu, namun kalau perlahan-lahan berjumpa dengan berbagai uji, berjumpa dengan aneka coba, maka engkau dapat menemukan ia melembut, pada waktu-waktu yang akan datang. Berusahalah, berjuanglah, untuk melakukan yang terbaik. Dan aku yakin bahwa engkau MAMPU, as you wish.

Setelah menyampaikan saran kepadamu, saat ini, selanjutnya aku hanya mampu mendoakanmu. Dan mengingatkanmu lagi, ketika dalam kesempatan yang akan datang, kita masih dapat saling bertukar pikiran seperti yang berlangsung saat ini. Namun kalau sekiranya kesempatan itu sudah tiada lagi, semoga engkau kembali ingat dengan pesanku padamu, hari ini. Ya, tentang kemauan.

Aku yakin dan percaya bahwa engkau berbeda. Engkau bukanlah orang lain, dan engkau tidak akan pernah sama dengan sesiapapun juga di dunia ini. Karena engkau adalah satu-satunya insan hasil Ciptaan Allah yang unik. Engkau memang mempunyai kekurangan. Namun bukankah segalanya tercipta berpasang-pasangan? Ada kekurangan dilengkapi dengan kelebihan pada sisi lain. Ada ketidak sempurnaan akan tertutupi dengan kesempurnaan pada bagian yang lainnya. Akan tetapi, terkadang kita lupa akan hal ini. Sehingga saat kita bertemu dengan kekurangan pada diri orang lain terlebih dahulu, dan belum bertemu dengan kelebihannya, maka kita segera menilainya penuh dengan kekurangan. Padahal sesungguhnya, tiada yang mampu mengetahui segala sesuatu tanpa Pemberitahuan dari-NYA.

Semoga engkau segera menyadari, ketika engkau terkhilaf, yaa. Dan aku lebih dahulu memaafkanmu, bahkan sebelum engkau meminta maaf padaku. Karena aku ingin memberikan yang terbaik dari yang aku mampu, untukmu. Semoga, engkau senang menjadi temanku. Seperti halnya aku yang sangat bersyukur, menjadi bagian dari dirimu yang lain, wahai sahabatku.

Selamat Berjuang yaa…

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s