Ketika
Ketika (Photo credit: Bukik)

Hingga di hari ini, ada bahasa yang belum terpelajari, ada pula nuansa yang belum terpahami, oleh diri. Ya, seperti pagi di hari ini. Ketika mentari mulai menyunggingkan senyumannya yang berseri, kembali ku teringat pada satu hal. Satu hal yang membuatku segera merenungi, mentafakuri, menyadari, lalu menyelami hingga ke dasarnya. Satu hal yang tidak terlihat, namun ia ada.  Tentang jodoh diri.

Hari ini, pagi-pagi sekali, di kota ini. Aku sedang duduk di pelataran masjid Pusdai. Bersama Mentari, salah seorang sahabat baikku. Beberapa saat kami duduk, lalu kami berdiri. Setelah sebelumnya, kami melangkah lalu berjalan lagi. Hingga kami merasakan kaki-kaki ini pun hendak henti lebih sering ketika ia melangkah, tadi. Makanya, kami pun duduk-duduk sejenak seraya memandangi  pemandangan di sekeliling.

Betul, ya, betul demikian adanya. Kita perlu duduk sejenak, untuk rehat. Ketika kita merasakan ada kepenatan saat melangkah. Hingga kita menemukan kekuatan baru lagi, kemudian kita melangkah. Dengan demikian, kita mempunyai energi yang baru, bukan?

Jangan paksakan berlari, ketika kaki-kaki ini ingin berhenti. Jangan pula duduk terlalu lama tanpa beraktivitas apa-apa, saat ada yang mengajak kita untuk melanjutkan perjalanan. Begitulah, dengan begitu, kehidupan yang sedang kita jalani menjadi semakin bersemi adanya.

“Kalau sudah jodoh, maka kita akan bertemuan,” begini sebaris kalimat yang dapat ku petik dari perjalanan beberapa hari terakhir.

Yes. Aku akhirnya menemukan apa yang ku cari. Walaupun sebelumnya, sempat bingung dan tanpa pedoman. Namun aku mempunyai tujuan. Maka, kaki-kaki ini ingin terus melangkah, sebelum ia sampai di tujuan.  Dan melangkahlah ia, membawaku pergi.

Dalam melangkah, di perjalanan, sempat ku bertanya. Namun tanyaku belum menghasilkan jawaban. Karena memang belum ada jawaban yang mengalir dari sumber tempat ku bertanya. Namun selagi mempunyai tujuan, maka kita akan mempunyai harapan. Yakinlah seyakin-yakinnya. Maka kita akan menemukan nuansa baru di dalam perjalanan.

Milikilah tujuan, punyailah harapan, dan teruslah berjalan. Beristirahatlah sejenak, kemudian melangkahlah lagi. Maka kalau berjodoh maka kita pun bertemuan.  Seperti pertemuan kita pagi ini, di sini.

“Dulu sekali, aku bermimpi menemukan jodohku di sebuah masjid…”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s