Berikut ini…. hadiah buah-buahan buat buka ya::

Silakan dipilih-dipilih…

ezweb_ne_jp.053ezweb_ne_jp.04Fezweb_ne_jp.054ezweb_ne_jp.051ezweb_ne_jp.05Bezweb_ne_jp.052ezweb_ne_jp.057ezweb_ne_jp.058ezweb_ne_jp.059ezweb_ne_jp.05Aezweb_ne_jp.04Cezweb_ne_jp.055ezweb_ne_jp.056ezweb_ne_jp.04Aezweb_ne_jp.974ezweb_ne_jp.04B ::

:: ::

Aku pernah berjumpa dengan seorang yang memintaku untuk tidak memberi alasan ketika aku tidak melakukan satu ataupun dua hal. Karena beliau tidak suka dengan alasan. Dan aku suka dengan tipe ini.

Pernah pula aku bersama dengan seorang yang memintaku untuk memberikan alasan saat aku tidak melakukan satu ataupun dua hal. Karena beliau mau tahu alasanku. Dan aku tidak suka dengan tipe ini.

Dan aku belum bertemu dengan seorang yang memintaku untuk memberikan alasan mengapa aku melakukan satu atau dua hal. Kapan, yaa kami bersua? Dan apakah aku suka atau tidak suka?

Memang demikian adanya. Terkadang kita berjumpa dengan seorang yang membuat kita tidak suka, namun kita bersama-sama dengannya. Dan kita perlu bersyukur dalam kebersamaan yang ada. Ada pula waktunya kita ingin sekali bersama dengan seorang yang membuat kita suka, namun belum terlaksana. Di sini, kesabaran kita sedang dipertanyakan. Bersabarkah kita?

Ada yang bersyukur dengan kesukaannya. Ada yang bersabar bersama ketidaksukaannya. Dan itu baik baginya. Lalu, sanggupkah kita bersyukur atas ketidaksukaan dan bersabar dengan kesukaan? Karena keduanya sangat relevan. Dan keduanya dapat menjadi penyeimbang kita dalam menjalani waktu kita bersamanya. Ya, ketidaksukaan yang kita syukuri, dan kesukaan yang kita sabari.

Ketidaksukaan yang kita syukuri, dapat membuat kita tidak bersegera bersikap spontan. Sikap spontan? Ya, spontanitas yang dapat memicu hadirnya emosi, misalnya. Contohnya; di saat sedang berjalan di atas trotoar, kita terpercik air yang menggenang, karena ada sepeda motor yang melaju dengan cepatnya. Hingga akhirnya, air yang ternyata kotor tersebut, menodai pakaian kita. Ahaaaa… "Bagaimana dalam kondisi begini aku bersyukur?," engkau bertanya.
"Tentu saja mungkin, kan..?"

Adapun tentang kesukaan yang kita sabari, dapat membuat kita untuk tidak berlebihan. Sikap berlebihan? Ya, sikap berlebihan yang dapat memicu hadirnya pemborosan, misalnya. Contohnya; di saat sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. Berhubung banyak yang kita suka dan semuanya menarik, maka kita pun terpesona, lalu ingin beli semuanya. Haaaa…. Lalu kita pun menjadi lupa, bahwa ternyata kesukaan dapat menjadikan kita hidup berfoya-foya. Sampai membeli barang dan benda-benda yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Ahaaaa… "Bagaimana dalam kondisi begini aku bersabar?," bisikmu.

"Bisa, bila engkau yakin bisa."

docomo_ne_jp.824softbank_ne_jp.510softbank_ne_jp.B17softbank_ne_jp.329docomo_ne_jp.327gtalk.328 Suka Berbagi Membuat Hidup lebih Indah

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s