marya-sy.jpgSemenjak kehadiranmu dalam kehidupanku, sejak saat itu tidak ada lagi waktu yang ku jeda tanpa bersamamu. Walaupun untuk beberapa saat kita memang berjarak raga, namun tidak begitu dengan ingatan. Selamanya engkau ada di dalam aku. Begitu pula dengan saat ini. Engkau masih bersamaku. Meskipun engkau sedang berada di sana. Karena kebersamaan tidak hanya saat berdekatannya raga, saja. Namun kebersamaan dapat pula terjalin dan terus terangkai, hingga nyawa memisahkan kita. Dan kita pun berbeda dunia.

Jika memang dunia kita tidak akan pernah sama untuk selamanya, lagi. Namun semoga, engkau masih ingat, bahwa kita pernah berada di dunia yang sama, yaa. Dan begitu pula halnya dengan aku. Aku yang saat ini berada di dunia yang tidak lagi sama denganmu, saat ini kembali mengenangkan kebersamaan kita, dulu.

Dulu? Ya, dulu. Lama sekali. Dan bagiku, dulu bukanlah untuk ditinggalkan begitu saja. Karena dari waktu dulu kita dapat memetik sekelumit bahan pelajaran untuk kita pahami lagi hari ini. Dan kita pun kembali belajar bersamanya, saat ini.

Aku pernah tidak bersamamu seperti saat ini, dulu. Dulu, ketika kita belum bertemu. Namun kini saat ku kembali tidak bersamamu, lagi. Rasanya tentu berbeda, karena aku pernah bertemu denganmu. Dan tidak hanya bertemu, kita pun sempat menghabiskan waktu bersama, hingga seharian, semalaman, bahkan berhari-hari lamanya. Hingga kebersamaan kita yang hanya sejenak itu, tidak dapat aku lupakan begitu saja. Karena kehadiranmu sangat berarti, bagiku. Betapa aku bahagia, dapat mengenalmu. Walapun kebahagiaan pada saat itu, tidak lagi seperti saat ini. Ya, ketika kebahagiaanku saat ini berbeda nuansanya.

Aku masih merasakan bahagia saat ini, ketika mengenangkan tentang engkau yang pernah menitipkanku sebaris kalimat singkat yang bagimu mungkin saja sudah biasa. Namun bagiku, meski sebaris dan singkat adanya, ia sangat berharga. Sebagaimana aku menghargaimu, maka demikian pula aku menjaga sang kalimat agar selalu ada dalam langkah-langkah ringan yang akan aku ayunkan lagi, esok hari.

Engkau boleh saja berada jauh dariku, dalam langkah-langkahku yang berikutnya. Namun dalam langkah-langkahku itu, ada engkau yang mengiringi, yakinku. Oleh karena itu, aku yakin bahwa, kita sedang berjalan selalu beriringan. Meskipun tidak kelihatan. Namun aku merasakan kehadiranmu, engkau yang berarti, bagiku.  Selamanya, begitu. Ya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s