Ada jalan yang mendekatkan kita, ketika kita sedang berjauhan. Apalagi kalau kita benar-benar ingin bertemuan. Jalan-jalan itu semakin terbuka dengan mudahnya. Ya, percayakah engkau? Dan aku sangat yakin. Jalan akan senantiasa membentang dengan indah di antara kita. Walaupun saat ini kita hanya dapat mengurai berbagai harapan di dalam ingatan, urailah ia dengan sempurna. Hingga uraian harapan-harapan kita dapat mewujud dalam nyata.

Aku terpesona, lagi dan lagi. Ya, baru-baru ini, aku terkejutkan dengan sebuah kenyataan. Ya, kenyataan yang menjelma jalan bagiku untuk mewujudkan salah satu harapanku, lagi. Harapan apakah itu? Tentu engkau menanya, bukan? Ha…😀 Harapanku untuk berdekat-dekatan dengan beliau-beliau para pendakwah, yang membuatku sangat senang.

Hari ke hari, tidak terasa. Diantara kami memang ada yang belum pernah bersua. Namun ada yang berjumpa baru sekali. Bahkan, seringkali kami bersama dalam menjalani hari. Ya, semua ini, bagiku dulu adalah harapan. Dan harapan demi harapan itu, ku uraikan satu persatu di dalam barisan doa yang terus mengalir. Terkadang aku menangis saat berdoa, karena semakin besarnya harapanku untuk pertemuan kami. Hingga akhirnya, tidak dapat ku bendung lagi, meneteslah permata kehidupan satu persatu di lembaran pipiku. Kala itu, aku di dalam sunyi. Namun kini, harapan demi harapan itu mulai bertaburan di hadapan mata. Ia membuat aku semakin terharu saja. Huwwaaa…

Pernah pada suatu hari, aku bersama beberapa orang teman melanjutkan perjalanan kami. Perjalanan kehidupan di dunia ini. Kami berjalan dengan sepenuh hati. Dalam berjalan, kami juga saling menasihati. Sehingga apabila ada diantara kami yang salah jalan, ada saja yang menarik kami kembali ke jalan yang benar. Sehingga, kami semakin merasakan keeratan persaudaraan sebagai sesama saudara muslim.

Pernah pula, ada diantara kami yang sedang berdiri di pinggir jurang. Jurang?? Ya. That’s right. Entah sengaja, atau karena ingin coba-coba saja, kami tidak mengetahui dengan pasti. Namun, kami sangat kasihan dengan teman kami tersebut. Sehingga beramai-ramai kami menariiiknyaaaa. Awalnya pelan-pelan, baik, baik, lalu dengan seeeekuat tenaga. Ya. Tentu saja dengan perjuangan yang optimal. Hingga akhirnya, sang teman pun kembali melangkah di jalur yang semestinya.

Kami saling menasihati, karena kami ingin selamat bersama-sama hingga ke ujung perjalanan, kelak. Walaupun di dalam prosesnya, kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan. Itulah warna-warni kehidupan yang kami belajar untuk memahaminya.

Best Regards,
~…My Surya…~

We are dealing with a situation that is not all IDEAL so we be a DYNAMIC personal
🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s