Variasi Warna Hidup (2)

Light Graffiti : Bismillahirrahmaanirrahim
Light Graffiti : Bismillahirrahmaanirrahim (Photo credit: biszign)

“Berjanjilah untuk terus belajar, kapanpun dan belajar apapun. Karena belajar tidak hanya sampai saat ini saja, dengan materi yang ini saja. Belajarlah dari alam, dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Belajarlah hingga akhir usia menjelang. Dengan demikian, kita menjadi gemar belajar,” begini pesan Bapak Asep Jamaludin hari ini untukku.

“Kemudahan demi kemudahan berasal dari Allah. Bersyukur sajalah kepada Allah,” tambah beliau saat aku berterima kasih karena telah merasa mudah dalam menjalani satu episode dalam hidupku, hari ini.

“Saya berjanji untuk belajar lebih baik lagi.”

“Tetesan airmata kan berbalas senyuman indah.  Ah, ini hanya dunia tempat kita bersinggah. Dan ternyata kita di sini, tidak hanya bersinggah.  Namun untuk beribadah. Yah, karena Allah Yang Maha Pemurah memberi kita kesempatan untuk berada di dunia ini, sementara saja, hingga kelak malaikat maut menjemput. Lalu, kita pun kembali kepada Allah dengan husnul khatimah, yaa Allah. Panggil kami dalam keadaan terbaik dengan cara yang mudah.”

Laailaaha illallaah.”

“Terima kasih ya Allah atas segala anugerah dari-Mu. Bimbing kami selalu agar mau dan mampu memetik hikmah dalam situasi apapun yang kami jalani.”

"Aamin ya Rabbal'alamiin."

Ku ingin tinggalkan dunia kelamku, menuju hari-hari yang penuh cahaya, bertaburan sinar yang mencerahkan. This is one of my life purpose.  Untuk mencapai tujuan hidup yang telah aku tetapkan dan tekadkan, tersebut, maka aku perlu melakukan upaya-upaya. Dan salah satu upaya yang aku lakukan adalah dengan berkunjung ke masjid Daarut Tauhid, hari ini.

Baru beberapa menit yang lalu, aku sampai di masjid ini.

Tadi aku pakai angkot untuk dapat sampai di sini. Ongkosnya lima ribu rupiah, ‘saja’. Nilai yang belum seberapa adanya, dibandingkan dengan kebahagiaan yang aku rasakan saat sampai di sini, akhirnya.

Aku sungguh bahagia, karena berada di lingkungan yang penuh dengan ketenteraman dan ketenangan. Lingkungan yang membuat mataku seakan tidak mampu henti berkedip. Ia terharu, ternyata.

Saat ini, ada banyak perempuan-perempuan yang berpakaian rapi, di sekitarku. Dengan wajah-wajah yang lembut, dan tatapan mata yang syahdu. Sungguh, aku merindukan moment-moment menjadi seperti beliau semua. Sungguh menenangkan.

"Serangkai catatan tentang hari kemarin.
Kemarin aku boleh mengimpikan.
Kemarin aku dapat saja meneteskan airmata.
Kemarin ada duka dan haru.
Dan itulah pengalaman.
Lalu hari ini? 
Di dalamnya ada kenyataan yang 'mungkin' saja,
tidak pernah terbayangkan olehku, sebelumnya. 
Bahkan belum pernah ada di dalam impianku. 
Namun aku yakin, 
hari ini adalah kesempatan terbaik untuk belajar. 
Belajar. 
Ya, aku akan terus belajar
... dan belajar lagi, hari ini."
🙂 🙂 🙂
Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close