Yes
Yuhuu

Ga ada judul catatan ini. Ya, untitled. Seperti halnya dengan diriku saat ini. Ya, aku yang sedang blank.  Namun aku masih ingin merangkai catatan tentang kondisiku ini. Tentang aku yang sedang blank.  Entah mengapa, aku ingin mengatakan bahwa aku sedang blank aja. Ha1000kalipangkatlimatambahtujuhkurangdua.  😀

Blank. Apakah itu blank? Aku belum mengerti sepenuhnya tentang arti satu kata yang terdiri dari lima huruf ini.  Satu kata yang sebelumnya pernah aku dengarkan dari orang lain yang menyampaikannya kepadaku. Ya, “Aku sedang blank,” begini nada bahasa yang beliau sampaikan padaku, ketika itu.  Sedangkan aku hanya memandang dengan tatapan penuh tanda tanya. Apakah artinya blank?

Blank. Karena penasaran, aku pun mencoba menanya pada Mbah Google. Lalu, melakukan pilihan terjemahan menjadi bahasa Indonesia. Dan hasilnya adalah, traalalaaa.. aku pun menemukan beberapa kata yang berkaitan dengan blank ini. Adapun blank sebagai adjective, berarti kosong, hampa, buta, melamun, tidak berseri-seri.

Wah!😀 Setelah aku mengetahui arti blank sebagai adjective, maka akupun jadi ingin ketawakan aku. Ya, karena aku tidak ingin kosong. Aku tidak mau hampa. Pun buta. Apalagi melamun dan menjadi tidak berseri-seri. Tidaaaaaaakk!!

Ah, ada apa denganku? Aku juga tidak tahu. Namun demikian, aku masih mau mencari tahu tentang kondisi yang sedang aku alami. Adakah aku benar-benar kosong? Lalu bagaimana dengan satu kata hampa itu? Buta? Melamun? Tidak berseri-seri?

Ah, menyesal sungguh aku, telah menganggap bahwa aku blank. Padahal, aku datang ke sini, ingin berbagi tentang sesuatu yang ingin aku bagikan. Ya, lalu, bagaimana aku dapat berbagi, kalau aku sedang hampa. Aku sedang buta, apalagi melamun? Bagaimana, bagaimana bisa? Dengan tidak berseri-seri, aku ingin membagikan sesuatu.

Hmmm… Baiklah. Aku coba usaha mengenali lagi tentang kondisi terakhirku, saat ini. Apakah aku telah tidak hampa lagi? Apakah aku benar-benar sedang buta? Atau melamun? Atau tidak berseri-seri?

Sejenak ku merenungkan tentang kondisi diri. Lalu, aku pun teringat pada sebuah barisan kalimat yang pernah aku rangkai. Ya, kalimat yang mengingatkanku pada hari ini tepat tanggal 12 Juli 2012 yang lalu. Hari ketika aku pernah berada pada sebuah lembar catatan lainnya di dunia maya. Ya, catatan itu berjudul, “Bagaimana Penulis Merangkai Kata?

Adapun ulasan yang aku bahas di sana adalah kiat-kiat agar kita dapat menulis. Dan berhubungankah dengan apa yang sedang aku alami saat ini? Dan apakah berarti saat ini, aku sedang menulis? Lalu apakah yang aku tulis? Kembali aku bertanya. Tanya yang kembali menanya padaku tentang pertanyaan yang aku tanyakan padanya. Sehingga kami pun saling bertanya satu sama lain. Hingga akhirnya timbullah catatan ini. Catatan yang hadir karena tadi, semenjak awal sebelum mampir di sini, aku bertanya pada diri, “Ada apa denganku?”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s