By : Jay Livingston and Ray Evans

When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here’s what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here’s what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!"

***

Aku menyadari, bahwa siang hariku memang gelap dan tidak bercahaya, itu sebelum engkau ada dan hadir dalam kehidupanku. Namun kini, aku semakin menyadari, bahwa malam hariku pun terasa tidak lagi gelap dan penuh dengan cahaya, semenjak engkau menjadi bagian dari kehidupanku. Karena engkau adalah pribadi yang penuh cahaya, dan aku menyadari semua itu.

Que Sera Sera

Semenjak awal mengenal lirik ini, aku segera ingat engkau. Ya, engkau yang merupakan bagian dari kisah perjalananku dalam kehidupan. Sehingga, apapun yang akan terjadi denganku, terjadilah. Pun, begitu pula dengan engkau, apapun yang akan terjadi denganmu, terjadilah. Karena aku semakin yakin, kini. Bahwa engkau hadir, untuk menjadi jalan yang mengingatkanku, bahwa segalanya tidak ada yang abadi. Dan yang terjadi, adalah karena izin dari Ilahi Rabbi. Ingatkah engkau dengan Allah dengan segala Kekuasaan-Nya? Saat Allah menghendaki suatu kejadian, maka IA terjadilah ia. Begitu pula dengan kita. Dan aku yakin, bahwa semua yang kita alami walau bagaimanapun, adalah karena izin dari-Nya. Termasuk kehadiranmu dalam kehidupanku.

Que Sera Sera

Aku lepaskan engkau melangkah, menuju cita dan tujuan yang akan engkau capai.
Aku relakan engkau berjuang, meskipun tidak lagi bersama-sama denganku.
Aku berdoa untukmu, dalam berbagai kesempatan terbaik. Karena dengan begitu, kita akan selalu bersama.

Ya, semakin sering aku berdoa untukmu, maka semakin dekatlah kita. Dan engkau tidak akan pernah terlepas dari ingatanku. Semakin banyak aku mengingatmu, maka aku yakin, bahwa perjuanganmu adalah untuk melanjutkan perjuangan kita. Dan aku percaya, bahwa kita masih dan sedang bersama-sama, dalam berjuang. Begitu pula dengan doa-doaku untukmu. Semakin banyak ia mengurai, seperti tetesan airmata yang menemani saat aku melantunkannya, maka pada waktu itu, engkau pun sedang mengingatku, yakinku.

Oke…😀

Que Sera Sera

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s