Adalah hadiah itu tidak mesti berbentuk benda-benda yang mahal nilainya saja. Namun hadiah juga dapat berupa sebaris senyuman, sekuntum ucapan terima kasih, pun tidak kalah penting dari semua itu adalah kebersamaan. Ya, kebersamaan yang kita berikan kepada orang-orang yang kita sayangi, merupakan hadiah paling berharga, melebihi apapun juga. Karena terkadang, tidak selalu, kita dapat memberikan hadiah berupa kebersamaan, maka pada moment-moment tertentu, kita perlu bersama.

Makan bersama, misalnya.

Jalan bareng, contohnya.

Bercengkerama dalam tawa bersama, pun juga menjadi bagian dari kebersamaan.

Ya, kebersamaan itu ada banyak bentuknya. Dan kita dapat mengaplikasikan kebersamaan dengan berbagai cara yang kita damba.

Aku senang bersama-sama dengan sesiapa saja dalam berbagai waktu terbaik. Namun tidak jarang pula, aku malah jauh dari kebersamaan kami. Karena memang, tidak selamanya kita dapat dan selalu bersama, bukan? Ada waktunya kita jauh dari beliau-beliau yang selama ini bersama-sama dengan kita. Karena untuk berbagai keperluan yang kita lakukan, misalnya. Maka kebersamaan kita dengan beliau merekah sejenak.

Oleh karena itu, jalanilah kebersamaan dengan sebaik-baiknya. Hingga ia meninggalkan kesan yang tidak akan pernah terlupakan. Hingga kebersamaan itu menjadi kenangan yang akan abadi hingga akhir zaman. Dan mari, kita bersama melanjutkan perjuangan. Hingga usia tidak lagi ada. Yuuks, kita bersama bersenyuman, seperti cerahnya sinar mentari pagi ini. Dan mari, kita bersama dalam moment-moment tertentu. Agar kita kembali teringatkan pada episode yang kita pernah menjalaninya bersama-sama. Walaupun memang, akhirnya kita tidak dapat bersama. Seperti saat ini, ketika aku di sini, dan engkau di sana. Namun kita masih dapat bersama, bukan? Ya,salah satu moment tersebut adalah saat ini, sekarang. Dan kebersamaan kita saat ini, di sini, adalah merupakan hadiah dariku, untukmu, engkau yang menjadi bagian dari kehidupanku. Begitu juga dengan engkau, bagiku. Engkau adalah hadiah paling berharga dalam perjalanan kehidupan yang sedang ku tempuh ini, Ciza. Maka, aku kembali, untukmu. Untuk menaburi lembaranmu dengan kisah-kisah dari hari-hariku.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s