"Cinta Pasti Lebay" (Mario Teguh)
“Cinta Pasti Lebay” (Mario Teguh) (Photo credit: Akinini.com)

Tagline blogku musim ini berubah menjadi, “Secercah Cahaya di Sisi Gelap Kehidupan, berasal dari dalam Hati ♥ yang Tertata dan Mengetahui Arah. Ke mana ia sedang Menuju?” Dan sebaris kalimat tersebut, telah sukses membuatku menitik airmata, seketika. Beberapa saat setelah ia melambai-lambaikan lembaran huruf demi huruf ke arah tatapku, beberapa detik yang lalu. Ya, ketika kalimat tersebut sukses terangkai.

Ai! Titik-titik permata kehidupan itu, tidak lagi sedikit, namun sudah membanjir dan meluah. Aku sungguh terharu. Huhuu…  ^^

Adalah salah satu kebiasaanku, ketika malam menjelang, yaitu muhasabah dengan diri sendiri. Mengingat-ingat bakti yang ia buktikan, memperhitungkan amal yang ia jalankan. Pun beraneka cita, rencana dan harapan yang terus ia tumbuhkan. Dan ketika ia sampaikan ingatan pada semua itu, maka pelan-pelan tersentuhlah hati ini. Ia yang seringkali bersikap, mungkin ada yang tersakiti hatinya, sehari tadi. Dan bisa saja ia tidak menyadari pada saat yang sama. Sedangkan dengan mudahnya, diri ini berlalu, tanpa sempat memperhatikan bagaimana ekspresi yang ada pada wajah-wajah yang berinteraksi dengannya semenjak pagi hingga sore hari. Karena memang demikian adanya. Dalam sehari, aku bertemu sapa dan bersama dengan hamba-hamba-Nya dalam beraktivitas.

Aku mungkin saja mengucap kata yang belum sepenuhnya bermakna. Aku bisa saja menampilkan ekspresi yang membuat sesiapa saja yang berhadapan denganku, bertanya-tanya. Pun dapat saja, aku yang masih lebih muda dari beliau yang telah berusia lebih dariku, kurang sopan adanya. Huuuwwaaaaa….  Dan kini, aku pun menyadari.

Padahal tadi, aku pikir sikap, ucap lisan dan ekspresiku biasa-biasa saja. Namun setelah aku pikir-pikir dan renungkan, rupanya tidak sepatutnya aku bersikap serupa. Huuuwww.aaaaa…

Kini, aku tidak mampu lagi berkata-kata. Hanya aliran deras permata kehidupan yang seakan tertawai aku dengan lepasnya. Atas penyesalanku terhadap diriku yang bersikap serupa. Ya Allah, hamba tidak ingin hidup sia-sia, apalagi sampai meninggalkan jejak luka di hati sesiapa saja atas sikap-sikap hamba yang tidak terjaga dengan baik. Walaupun beliau-beliau tidak mengetahui, namun Engkau Maha Tahu Ya Rabb…

Meskipun dalam bisik, yang tidak sampai mengalir melalui nada suara, kalau hamba pernah mencela, sungguh Engkau Maha Mendengar.

Sekalipun hambaMu tiada yang melihat, ketika bibir ini bergerak dengan semaunya, sesungguhnya Engkau Maha Melihat, dan Engkau Menyaksikan.

Untuk selanjutnya, cukup Engkau sebagai saksi atas apapun yang hamba perbuat, baik terucap dalam lisan, terbersit di dalam hati, pun pernah singgah dalam pikiran. Dan semoga ingatan berlebih kepada-Mu, membuat hamba lebih berHATI dalam menjalani sisa usia di dunia ini.  Hingga Engkaupun Ridha…  ketika kelak hamba kembali kepada-Mu dan meninggalkan dunia ini. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s