Mentari pun Tersenyum (1:9)

Ada Mentari juga Jalan

eHehee… 😀

Aku masih ingat. Ketika menempuh pendidikan di Sekolah Dasar, dua puluhan tahun yang lalu. Sejenak bernostalgia, aku pun menggambar pemandangan. Ya, sebuah pemandangan alam. Karena memang, ada mata pelajaran menggambar ketika itu. Nah.. Ketika Ibu guru meminta kami untuk menggambar pemandangan alam, maka aku pun menggambar seperti di atas.

Ketika aku masih anak-anak, aku tumbuh dan berkembang di pedesaan. Lingkungannya yang asri, penuh dengan kesejukan. Adapun pemandangan alam yang muncul di dalam pikiran untuk aku gambarkan ketika itu adalah sebuah matahari yang tersenyum, ia sedang bersinar. Kemudian, ada perbukitan yang berbaris dan gunung. Dan di dekat awan, burung-burung sedang berterbangan mengepakkan sayap-sayapnya. Selanjutnya ada sebuah pohon yang rindang, bunga di halaman, dan sebuah rumah. Pun tidak lupa, aku menggambarkan sebuah jalan yang sedang membentang. Sedangkan di samping jalan itu, ada rerumputan yang warnanya kehijauan. Ada pula sungai di sisi lain jalan.

Oia, sebuah rumah yang aku gambar, letaknya sangat jauh dari jalan. Sedangkan di jalan tidak ada kendaraan yang sedang melintas. Lho, kok bisa yaa.. Aha? Begitulah pikiranku pada ketika kecil dulu. Karena memang, saat menjalani aktivitas yang jauh dari rumah, seperti saat berangkat ke sekolah ataupun mengaji, misalnya, kami sering berjalan kaki. Dan bahkan selalu. Dalam masa-masa belia, kami; aku dan teman-teman sebaya adalah pejalan kaki.

Saat berjalan, kami melihat mentari yang bersinar dengan cerah. Makanya, aku menggambarkan mentari. Di perjalanan, kami menyaksikan makhluk hidup yang bergerak pun diam.  Makanya, aku pun menggambar sebatang pohon dan beburung yang sedang melambaikan sayapnya. Intinya adalah, aku suka, saat teringat padanya. Masa kecil yang berseri dan penuh harapan itu, kini sedang tersenyum padaku. Ya, seperti mentari pagi yang tersenyum saat ini, aku pun membalas senyumannya lebih meriah.

🙂 😀 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close