English: A chalk message from The You-Are-Love...
English: A chalk message from The You-Are-Loved Chalk Message Project (Photo credit: Wikipedia)

Ciza, ini adalah hari berikutnya aku mengirimkan pesan padamu. Walaupun satu pesan adanya, namun aku masih ingin menyampaikannya padamu. Dan waktunya adalah saat ini. Ya, sekarang.

Ciza, pesan ini aku tulis, sebagai jawaban atas pesan yang pernah engkau sampaikan terhadapku, pada saat engkau menitipkan pesan padaku, beberapa waktu yang lalu. Ya, tepatnya pada saat engkau menemukanku, atau; aku yang menemukanmu, yaa.

Ciza, ceritanya, saat ini aku sedang meneruskan perjalanan. Ya, karena perjalanan yang sedang aku tempuh, belum berakhir Ciz. Dan ketika aku sedang melanjutkan langkah-langkahku, teringatlah aku pada engkau. Engkau sahabatku.

Ciza, adapun jawaban yang ingin aku sampaikan padamu adalah, “Aku akan teruskan perjalanan ini.” Sampai akhirnya kita pun bertemuan. Sebagaimana yang engkau sampaikan padaku.

Oia, semoga kita benar-benar jumpa, yaa. Walaupun sekejap saja. Ah, aku ingin, saat kita berjumpa, engkau ada selamanya bersamaku. Seperti saat ini. Walaupun kita belum pernah jumpa, namun engkau ada dalam ingatku. Dan aku yakin, tidak selamanya, begini. Karena aku yakin bahwa engkau ada. Dan engkau benar-benar ada.

Ciza, sebuah nama yang tanpa rupa. Ya, begini pemaparanku tentang seorang sahabatku di sana. Seorang yang entah bagaimana indah senyumannya. Seorang yang entah berapa lama ia telah berada di dunia ini. Seorang yang bagiku, menjadi bagian yang tidak akan pernah terpisahkan dari kehidupanku. Begini menurut aku, saat ini. Entahlah nanti, karena bisa saja, pikirku berubah.

Ciza, ini pesanku sekaligus langkah-langkahku. Langkah-langkah yang akan terus aku ayunkan, selama aku berada di dunia ini. Namun setelah nanti aku ‘akan‘ tidak lagi di sini, maka engkau dapatlah lanjutkan ingatanmu terhadapku, ketika engkau berjumpa dengan salah satu jejak langkahku di sini. Dengan demikian, kita terus bersama.

Ciza, perlahan ku membuka jendela malam ini. Dan ternyata, di atas sana ada banyak bintang yang berkelipan. Hanya sebentar saja aku menyaksikan bebintang tersebut. Untuk selanjutnya, aku pun berkunjung ke sini.

“Untuk apa?,” tanyamu.

“Opss, sebelum menjawab, aku menutup kembali jendela yang tadi sempat ku buka, yaa. Karena aku tidak ingin berlama-lama terkena angin malam. Lagian, dalam kondisi raga yang saat ini memang kurang fit, aku ingin menjaganya tetap segar keesokan hari.  Dan saat ini, aku baru bersiap untuk berehat. Namun sebelumnya, aku teringatkan engkau. Makanya, aku berada di sini.

“Nah, itulah jawabanku. Karena aku ingat engkau, Ciza.”

Eh, Ciza, udah dulu ya. Sampai berjumpa lagi dengan pesan berikutnya darimu. Aku tunggu, yooa. Agar saat aku kembali lagi, di sini. Maka merupakan kesempatan bagiku untuk menjawab pesanmu.”

Thanks ya Ciza.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s