Aku tidak tahu dan aku bertanya, maka aku memperoleh ilmu.

Aku tidak tahu dan aku melakukan, maka aku memperoleh pengalaman.

Dalam kehidupan ini, kita akan pernah dihadapkan pada dua pilihan. Seperti ketika kita tidak tahu, misalnya. Maka pada saat itu, kita perlu memilih untuk bertanya atau melakukan. Dengan konsekuensi yang berbeda, tentunya. Apabila kita tidak tahu dan kita bertanya karena ketidaktahuan, maka kita pun akan menjadi tahu setelah memperoleh jawaban. Dan kita pun melakukan berdasarkan ilmu yang kita peroleh, tadi.

Berikut ini ada ilustrasi ringan, tentang dua orang yang sama-sama tidak tahu. Sedangkan mereka berdua perlu melakukan apa yang perlu mereka lakukan. Orang pertama, bertanya terlebih dahulu, sedangkan orang kedua langsung melakukan. Dan bagaimanakah perbedaan antara keduanya?

  1. Orang Pertama  :  Tidak tahu —> Bertanya —> Ilmu —> Melakukan

Lalu, kalau sebelumnya kita tidak tahu, dan kita ngotot melakukan apa yang perlu kita lakukan, maka ada kemungkinan yang akan kita hadapi. Kemungkinan bahwa apa yang kita lakukan adalah salah atau benar. Karena sebelum melakukan, kita tanpa pengetahuan. Namun ada keuntungannya, yaitu kita memperoleh pengalaman.

  1. Orang Kedua  :  Tidak tahu —> Melakukan —> Pengalaman

Di antara dua pilihan tersebut, tentu risikonya berbeda, bukan? Dan yang paling tinggi risikonya adalah saat kita tidak tahu dan kita melakukan.

Ada perbedaan antara seorang yang melakukan tanpa pengetahuan sebelumnya, dengan seorang yang melakukan dengan landasan pengetahuan.

🙂🙂🙂

3 thoughts on “Pilih Mana? Dapat Ilmu atau Pengalaman?

      1. lebih mantab yang no. 1 paham dulu baru mengamalkan🙂 lebih lurus

          🙂 Iya, I agree pernyataan ini. Berilmu kemudian mengamalkan. InsyaAllah… semoga tidak salah-salah. Karena terkadang, kehidupan memberi kita pilihan-pilihan yang rumit n njelimet. He. Dengan ilmu, tentu mudah menjalani. Thanks for share, ya Ukhtii… >:D< (peluuuuuk)

        Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s