Ia warnai harimu
Ia warnai harimu

Jangan terpaku, jangan terpukau. Namun memandanglah jauh ke hadapan. Perhatikan pesan yang ia titipkan, sebagai bahan pelajaran dan pengalaman. Karena semua kita tentu pernah mengalaminya, bukan?

Teruslah bertemu dengan pengabaian. Seringlah bersua dengan penolakan. Kemudian jadikan ia sebagai salah satu pemicu tekadmu untuk menemukan karaktermu yang satu. Dan begitu seterusnya. Hingga engkau tidak lagi canggung dengan pengabaian. Pun dengan penolakan. Karena engkau sudah terbiasa dengannya.

Dari kisah orang-orang sukses di dalam bidangnya, kita dapat belajar. Bahwa beliau semua pun tidak pernah tidak, menemukan pengabaian. Bahkan sering diacuhkan, tidak dipedulikan. Beliau tidak pernah tidak, mengalami bagaimana rasanya saat di tolak. Namun beliau-beliau menunjukkan dengan bukti nyata berupa kesuksesan, bahwa beliau sebenarnya tidak pantas untuk diabaikan. Beliau bukanlah orang-orang yang patut ditolak.  Karena sebelumnya, beliau telah mengetahui dengan baik, satu karakter yang senantiasa beliau jaga. Karakter yang menjadikan beliau kembali bangkit saat luluh hatinya karena ditolak. Beliau yang segera melangkah lagi, saat menyelami lautan hari tanpa dipedulikan.

Lalu, begitu pula denganmu. Engkau yang mengalami banyak penolakan dalam hari-harimu. Engkau yang sering merasa diabaikan. Ah, semua hanya perasaanmu saja. Karena kalau engkau yakin dan percaya dengan dirimu, maka sesiapa saja yang pernah mengabaikan dan menolakmu, akan segera kembali menemuimu. Lalu, mensenyumimu. Karena engkau adalah pribadi yang telah menemukan karaktermu. Dan engkau memang pantas untuk itu.

Tidak mudah menjalani hari saat kita diabaikan. Benar adanya. Tidak mudah pula menerima kenyataan saat kita ditolak, itu pun benar. Namun yang lebih benar lagi adalah saat engkau segera menyadari bahwa engkau adalah pribadi yang penuh dengan integritas, engkau berkualitas. Walaupun pada awalnya, tidak banyak yang tahu, siapakah engkau yang sesungguhnya? Namun saat engkau telah mengetahui dirimu, dan engkau yakin akan pengetahuanmu itu, maka teruslah melangkah. Melangkahlah dari satu pengabaian ke pengabaian selanjutnya. Bergeraklah dari satu penolakan ke penolakan berikutnya. Karena setelah lelah mengabaikan, engkau akan diterima. Semoga dengan senang hati dan suka rela. Begitu pula dengan penolakan. Saat orang-orang telah jenuh menolakmu, maka engkau akan diterima dengan tangan terbuka. Semoga karena beliau mengetahui bahwa engkau adalah pribadi yang percaya pada dirimu, ya. Bukan karena belas kasihan semata.

Berbeda halnya, orang-orang yang pernah bahkan sering mengalami penolakan dengan orang-orang yang belum pernah sama sekali. Ya, akan berbeda sikapnya dalam menanggapi kehidupan. Akan berbeda pula tanggapannya saat memberikan apa yang ada padanya, pada kehidupan. Akan sangat berbeda, dan tentu saja tidak sama.

Buktikanlah, perhatikanlah, selamilah hari-hari antara keduanya. Karena dari pengalaman dan pengetahuan, tentu saja orang-orang yang sering mengalami penolakan dengan yang belum pernah, sangat berbeda. Demikian halnya dengan orang-orang yang sering diabaikan. Ia yang dibiarkan begitu saja, tanpa dipedulikan. Secara insan, ia akan berpikir, menggunakan rasa, pun bertindak.

Nah! Bagaimana denganmu, teman. Apakah engkau pun pernah mengalami bagaimana rasanya diabaikan? Oh, ya? Bagaimana pula dengan penolakan? Sungguh. Sungguh, ia meninggalkan pesan dan kesan tersendiri, pastinya, ya.

Share other people false, please.  If you believe that you always right. Never doing false.

Terkadang perhatian membuat kita berpikir, bahwa kehadiran kita membawa warna tersendiri bagi pribadi lain. Dan kita baru menyadarinya saat kita sudah berjarak dengan pemerhati kita. Sedangkan saat kita masih bersama, terkadang perhatian malah kita abaikan.  Karena kita ternyata terlalu asyik dengan penilaian yang kita berikan kepada pemerhati tersebut. Padahal niatnya demi kebaikan kita. Namun kita terlalu lama menyadarinya.

Ah…

Tentang kepedulian ataupun pengabaian. Tentang penerimaan ataukah penolakan. Tentu ia memberikan nuansa tersendiri pada kisah dalam perjalanan kehidupan yang sedang kita tempuh. Agar kita memperhatikan kehadiran keduanya dalam hari-hari kita. Kapankah kehadirannya mengandung pesan? Dan kapankah ketiadaannya menitipkan pesan? Karena mereka ada untuk menjadi jalan yang ingatkan kita. Bahwa segala sesuatu berpasangan. Tidak ada yang tunggal, kecuali Allah Yang Satu.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s