OOHuruf-huruf itu bisa terlihat, karena ia berwarna. Ketika ia berada di kegelapan, maka keberadaannya semakin jelas. Demikian pula kehidupan kita di dunia. Kalau kita ingin terlihat, maka kita perlu menempuh warna-warni hari. Dan kalau kita inginkan berubah, maka kita perlu berangkat dan bangkit dari keadaan semula dalam hari-hari kita.

Intinya adalah? Bergeraklah!

Tidak ada seorang pun yang kita temui, yang tidak bermakna. Begitu pula dengan detik waktu yang sedang kita jalani. Ia ada, untuk mengingatkan kita, bahwa kita tidak selamanya akan bersamanya. Ya, waktu akan bergulir dan terus bergerak. Sedangkan kita?

Aku pernah lelah menemukan diriku. Aku pun seringkali lemah dalam menemukan hatiku. Hingga sampai masanya, aku pun menemukan diriku. Sehingga lelah dan lemah itu, tidak perlu lagi menemani hatiku.

Aku pernah menangis dan bahkan sering ku menitik airmata di hadapanmu. Lalu senyumanku pun bahkan tidak asing lagi bagimu. Hingga tiba masanya ketika tidak ada lagi tangisan terhadapmu, begitu pula dengan senyuman. Ya, menangis untuk hal yang tidak penting, aku berjanji untuk tidak akan melakukannya. Sedangkan tersenyum untuk kepentinganku sendiri? Oh, siapalah aku tanpamu. Sehingga aku hanya akan menangis dalam dukamu, pun tersenyum bersama bahagiamu.

Aku pernah duduk dalam sunyi, pun bercanda dalam ramai. Dan semua itu tidak berlangsung selamanya. Karena masa berganti, hari bertukar. Sedangkan aku tetaplah diri yang tidak akan pernah terganti. Hanya saja, aku pernah berpikir bahwa semua akan abadi. Ternyata, tidak. Termasuk diriku. Ia pun tidak akan selamanya ada. Karena kelak pun entah kapan, dalam waktu yang tidak pasti, akan kembali pada Ilahi Rabbi. Lalu, apakah yang telah dan sedang aku persiapkan semenjak saat ini?

Mengingat mati, mengenal diri, menyelami lautan hari-hari, aku.  Menatap mentari, melihat bebintang, menyentuh air, menginjakkan telapak kaki-kaki ini di tanah, pun aku. Berdiri, melangkah, berjalan hingga berlari, itu aku. Tertawa, tersenyum, meringis, merintih, berdiam diri, aku juga. Ha? Aku hanya insan biasa, yang penuh dengan ekspresi. Xixxiiixiii.😀 Dan banyak bagian dari hari-hariku di dunia ini bersama ekspresi yang sungguh berwarna-warni.  Seperti huruf-huruf itu, teman. Ia bertaburan dengan ringannya. Melayang-layang di udara, lalu hinggap di pelupuk mata.  Nah. Sebelum aku berkedip, ia perlu ku petik. Agar tidak jatuh luruh ke bumi. Dan bersamanya, aku menata kisah tentang kita. Ya. Tentang kita.

Engkau mengajariku bernyanyi, engkau meneladankanku bersenandung, namun aku tidak mempunyai suara. Hanya aku dapat mengikuti gerak bibirmu dengan hati yang bersuara. Dan aku yakin, kita sedang bernyanyi bersama, dengan senandung kedamaian. Peace, friend. ^^

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s