Dalam berbagai kesempatan terbaik, kita berjumpa dengan orang-orang yang tanpa kita minta, datang begitu saja. Beliau menemui kita untuk memberikan kita bahan untuk kita baca. Lalu, kita pun membacanya.

Dan hari ini, aku membaca. Membaca bahan bacaan yang belum pernah aku baca. Sehingga aku pun mendadak bingung. Oh… Akupun bertanya. Karena aku tidak mau mengambil kesimpulan, sebelum memahami apa yang aku simpulkan. Dan baru mau menyimpulkan kalau sudah benar-benar paham. Lalu, aku pun bertanya. Bertanya pada yang memahami, agar aku pun dapat memahami. Tanya yang aku sampaikan, berbuah jawaban. Yang intinya begini, “Kalau membaca suatu bahan bacaan, jangan setengah-setengah. Namun, harus keseluruhan. Agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami bacaan tersebut.”

Ya, begini pesan yang ku petik hari ini. Ini, pesan penting, bagiku. Dan setelah aku pikir-pikir mendalam, ternyata benar juga, ya. Xixixii.😀 Aku pun menertawai diriku sendiri.

Kita membaca, maka kita mengetahui. Aku bertanya, karena aku belum memahami apa yang aku baca. Bukan karena aku membaca sekilas. Namun karena setelah membaca keseluruhan, aku malah menjadi bingung. Makanya nanya. Klo udah paham, ngapain lagi nanya. Iya, kann… kan.. kan?

Sebaliknya, kadang ketika membaca, kita tidak menyadari hal ini. Hingga kita membaca hanya sebagian saja dari bahan bacaan yang semestinya kita baca keseluruhan. Dan setelah membaca sebagian, kita pun menarik kesimpulan, segera. Padahal pada saat itu kita belum memahami bahan bacaan yang telah kita baca. Akibatnya, kesimpulan yang kita ambil tersebut, sesungguhnya belum mencakup inti dari bahan bacaan.

Nah! Beruntung kita ya, saat ada yang kembali menyadarkan. Beliau datang pada saat yang tepat. Beliau hadir untuk memperjelas, dan mengingatkan dalam sebuah pesan, “Makanya, kalau membaca yang benar.” Maksudnya membaca yang benar itu adalah membaca sampai memahami apa yang kita baca.

Terima kasih, yaa atas pesan hari ini.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s