Keep Smile, Please…

English: From Benar. From Benar house looking ...
English: From Benar. From Benar house looking South East across Afon Machno towards Tyddyn Gethin. (Photo credit: Wikipedia)

:P Janganlah engkau terlalu banyak bercanda terhadapku, sehingga aku tidak lagi dapat membedakan kapan waktunya engkau benar-benar bercanda atau sedang serius. Yah. Sederhana saja, proporsional dan jangan berlebihan. Karena yang pertengahan itu lebih baik.

:tired: Jangan pula engkau selalu memasang wajah serius terhadapku. Dan engkau tidak pernah lagi tersenyum padaku. Dengan harapan aku menyeganimu. Yang ada, dengan ekspresi tegang di wajahmu, engkau sedang menakutiku sehingga membuatku menghindar darimu. Karena aku sangat suka dengan wajah yang tersenyum.

:D Bertemulah denganku bersama wajahmu yang penuh senyuman. Ketika ternyata aku belum mempraktikkannya. Dengan demikian engkau sedang meneladankan padaku tentang ekspresi yang sama.

:cool: Kewibawaanmu bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang takut berhadapan denganmu. Namun, saat mereka merasakan kenyamanan bersamamu. Bukan pula ditentukan oleh kebahagiaannya saat tidak bersamamu. Namun bagaimana mereka tetap merasakan kehadiranmu walaupun engkau tidak sedang berada di sekitar mereka. Dan dalam kondisi demikian, mereka merindukanmu, kembali.

 :zonked: Dengan marah-marah, bukan berarti bahwa engkau sedang menunjukkan bahwa engkau bijaksana. Namun kemarahanmu melambangkan bahwa engkau adalah seorang yang tidak dapat mengendalikan emosimu. Dan engkau tidak bijaksana. Orang yang bijaksana akan dihargai dan disegani oleh sesiapa saja.

 :) Ketika kesabaran sangat sulit engkau temui, maka engkaulah yang perlu memulai untuk bersabar. Tidak perlu meminta orang lain untuk bersabar terlebih dahulu. Karena engkau adalah pelopor atas apa yang engkau inginkan. Namun ketika kesabaran sedang mengelilingimu, maka malulah… ya, malulah… saat engkau ternyata belum mampu menjadi seorang yang penuh dengan kesabaran. Sungguh mudahnya belajar untuk menjadi pribadi yang penyabar. Namun terkadang kita dengan mudahnya mencari alasan untuk meluahkan emosi dan ekspresi.

:lol: Kita bertemu dengan apa dan sesiapa saja dalam waktu-waktu yang kita jalani. Sesungguhnya apa dan sesiapa itu, sedang memberikan kita kesempatan untuk belajar banyak darinya. Belajar dan belajar lagi. Agar kita memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh sesiapa yang kita temui. Agar kita mengerti, bahwa untuk menjadi demikian tentu tidak mudah. Perlu proses dan perjuangan, tentunya. Namun terkadang kita hanya melihat sekilas saja, lalu segera memberikan penilaian. Padahal, kita perlu belajar terlebih dahulu. Dan sering bahkan, kita menyiakan kesempatan emas itu.  Karena kita tidak mau belajar. Karena kita merasa sudah tidak lagi perlukan ia. Ah, sungguh ruginya.

:biggrin: Jangan tertawa terbahak-bahak, namun tersenyumlah…

:heart: Karena engkau sahabatku, maka aku memahamimu. Dan pada bagian dari dirimu ada sekepinghatiku yang lain, di sana. Aku ingin menjaganya, senantiasa. And I hope, you too.

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close