English: a picture depicting the novel Aku Ing...
English: a picture depicting the novel Aku Ingin Menjadi yang Terbaik Untukmu, Bukan yang Tercantik Bagimu/Senyuman Pertama Bukan Pandangan Pertama (Photo credit: Wikipedia)

Senja belum menjelang, ketika aku mulai melangkah, hari ini. Kira-kira pukul empat lebih tiga puluh menit, lah. Dan ku teringat pada sesuatu. Yah! Aku ingat, perlu menemui beliau lagi, Bapak RT di kediaman beliau. Untuk keperluan menyerahkan dokumen yang sudah selesai beberapa hari yang lalu. Dan baru hari ini, aku berkesempatan untuk menyampaikannya kepada beliau. Karena kebetulan pula, hari ini libur. Jadi, tidak ada aktivitas ke luar seperti biasanya.

Aku baru ingat, untuk membawa dokumen tersebut, beberapa saat setelah aku pun sampai di depan gerbang kost-kostan. Lalu, aku pun kembali dan berbalik. Karena kalau tidak segera ku sampaikan pada waktu aku sedang ingat, maka belum tentu aku akan ingat lagi, kemudian.

Dengan segera aku kembali untuk mengambil dokumen dimaksud. Lalu, melangkahku dengan tidak terlalu tergesa, tenang saja.

Langkah-langkah pun berlanjut, satu persatu. Tidak sampai lima menit, aku pun sampai di depan gerbang kediaman Bapak RT. Karena lokasi kediaman beliau tepat berada beberapa buah rumah di mana aku bertempat tinggal, kini.

Sebelum memutuskan untuk masuk, aku sempat bertanya terlebih dahulu pada seorang warga yang sedang lewat di depanku. Ya, kami berpapasan. Seorang ibu separuh baya. Beliau sedang berjalan. Aku berhenti, dan memandang beliau. Seraya tersenyum, ku sampaikan sapa dan meneruskan dengan bertanya.
“Mohon maaf Bu, mau tanya: Apakah Bapak RT-nya ada, ya Bu?,” aku memulai pembicaraan.

“Oh, Ibu kurang tau, sudah kembali atau belum. Karena tadi, Ibu lihat beliau sedang keluar bersama istri beliau. Tapi udah dari tadi, kok, pagian. Semoga sudah pulang. Coba lihat aja,” jawab Ibu tersebut dengan jelas. Sedangkan aku tidak bertanya, siapakah nama beliau?

“Iya, baiklah Bu, kalau begitu. Aku coba lihat dulu,” bisikku pada beliau. Lalu berpamitan untuk melanjutkan langkah.

Aku melalui gerbang bagian depan yang memang tidak dikunci. Lalu, berjalan dan terus melangkah menelusuri halaman. Karena untuk dapat sampai ke depan pintu gerbang berikutnya, kita perlu melewati halaman yang lumayan luas, terlebih dahulu. Tidak berapa lama kemudian, aku pun sampai di pintu gerbang berikutnya. Oh, tidak dikunci.

Namun sebelumnya, aku menengadahkan wajah. Dan terlihat seorang yang sedang berada di atas atap olehku. Setelah aku perhatikan seksama, ternyata beliau adalah Bapak RT yang sedang membenari genteng. Selain beliau, aku melihat pula ada seorang Bapak-bapak sedang pegangin tangga.

Aku sampaikan salam, lalu menyapa serta bertanya pada Bapak-bapak yang sedang pegangin tangga. Beliau mengangguk saat ku isyaratkan bahwa aku ingin bersua dengan Bapak RT. Lalu, aku pun melangkah lagi. Lebih dekat setelah beliau mengizinkanku untuk memasuki gerbang.

Aku pun menurut. Dan berdiri dulu di halaman. Kebetulan Bapak RT sudah mau selesai benerin genteng ketika aku datang.  Dan akan turun. Sehingga aku tidak terlalu lama berdiri. Beberapa menit berikutnya, Bapak RT pun turun dan kembali menginjakkan kaki-kaki beliau di tanah. Saat mengetahui kehadiranku, beliau pun mengerti bahwa aku akan datang lagi. Lalu menyambutku dengan senyuman. Kami memang telah berkenalan, sebelumnya. Dan kini, beliau bukan orang asing lagi, bagiku. Termasuk istri beliau yang sungguh sangat baik dan ramah.

Beliau pun mempersilakanku masuk, dengan terlebih dahulu menyampaikan kepada istri beliau, bahwa aku datang. Ibu RT yang menyambutku, pun tersenyum. Beliau baik. Beliau adalah Ibu berikutnya yang menjadi bagian dari kisah kehidupanku. Beliau adalah pasangan yang menjadi teladan bagiku, setelah sebelumnya, aku berjumpa dengan pasangan-pasangan yang lainnya.

Ya, sebelumnya, aku hanya mengenal kedua orang tuaku sebagai dua insan yang bersatu di dalam satu keluarga. Namun seiring dengan bergulirnya waktu dan pertumbuhanku, ada orang tua-orang tua berikutnya yang pun menjadi bagian dari perjalanan kehidupanku. Di antara beliau adalah:
* Uda Mar – Uni Yen (aku tinggal dengan keluarga beliau selama tiga (3) bulan lamanya. Ketika itu, aku menjalani masa prakerin di kota tetangga. Prakerin (Praktik Kerja Industri) menuju akhir masa pendidikan yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan. Dan beliau pun terpilih untuk menjadi jalan menetapku sementara. Beliau memberikan aku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga beliau, selama masa prakerin tersebut. Dan orang tuaku menitipkan aku pada beliau, dengan senang hati. Beliau berjasa padaku. Aku ingat kebaikan keluarga kecil ini, hingga saat ini. Ada pun putri-putri beliau, aku masih ingat nama-namanya. Hmmm…  Dilla, Tika, lalu yang cowok siapa ya,,,… hihii.  Pasti semua udah pada GeDe, sekarang. ^^

* Bapak Adriza – Ibu Elly. Beliau adalah pasangan berikutnya yang berbaik hati kepadaku. Sungguh aku bahagia menjadi bagian dari kehidupan beliau. Untuk selanjutnya, beliaupun memberikan kesempatan emas kepadaku. Melanjutkan pendidikan di kota ini, setelah lebih kurang 6 (enam) bulan tinggal bersama beliau. Sungguh, kebaikan beliau dan budi baik tidak dapat terbalas sampai nanti. Namun aku ingin nama-nama beliau menjadi prasasti dalam sejarah kehidupanku. Dan aku ingin beliau senantiasa tersenyum dalam bahagia.

* Bapak Darsono – Ibu Darsono. Beliau adalah Bapak dan Ibu di kost-kostan yang ke-2. Setelah sebelumnya, aku pun pernah nge-kost di kost-kostan yang pertama. Nah! Yang uniknya, saat menjelang 7 (tujuh) tahun aku di kota ini, baru satu kali aku pindah kostan. Dan di sini udah 6,5 tahun. Woowowowoowowooooo… Lamonyooo. Dan aku baru sadar, ternyata sudah lama banget tinggal di sini.

Beliau-beliau semua adalah pasangan yang menjadi jalan sampaikan aku pada beberapa sisi cita dalam kehidupanku. Hingga detik ini, ingatan terhadap beliau semua, menjadi jalan bagiku untuk mempersiapkan diri agar dapat menjadi sebagaimana beliau.

Aku menyaksikan, bagaimana Bapak-bapak (sebagai suami) berkomunikasi dengan istri beliau. Dan bagaimana pula seorang istri menanggapi sang suami saat menyampaikan pesan. Sungguh, aku seringkali tertegun. Lalu, menanyai diri, “Dapatkah aku menjadi seperti demikian, pula? Dengan menjadi seorang istri yang baik bagi suamiku, kelak?”

Dan aku yakin, akan sampai pula pada episode kehidupan sebagaimana yang beliau-beliau jalani. Sungguh menenangkan hati, saat menyaksikan beliau berkomunikasi. Komunikasi yang di dalamnya terselip pengertian, pemahaman, penuh dengan keteladanan.

Adapun pengalaman pada sore hari ini, ketika aku pun bertemu dengan Bapak serta Ibu RT, beliau pun merupakan keluarga berikutnya yang menjadi jalan bahagiaku. Beliau adalah keluargaku yang berikutnya. Semoga, kebaikan beliau mengalir senantiasa dengan mudah dan lancar, terhadap sesiapa saja selain aku. Karena aku merasakan kebaikan beliau.

Aku, yang pada hari ini merasa diistimewakan oleh beliau mengalami kebahagiaan. Beliau selipkan aku pengalaman dalam kehidupan. Beliau sampaikan padaku pesan, bahwa kehidupan akan menjadi sulit kalau kita persulit. Pun akan sangat mudah kalau kita permudah. Dan beliau menjadi jalan yang mempermudah prosesku dalam mengurus surat-surat sehubungan dengan kependudukan, beberapa waktu yang lalu.

“Untuk selanjutnya, kalau ada keperluan apa-apa, hubungi Bapak dan Ibu, nanti dibantu,” tambah beliau di ujung pertemuan kami hari ini.

—– Pada saat menyimak kalimat-kalimat yang beliau sampaikan, aku segera mengalirkan ingatan pada kedua orang tuaku. Beliau berpesan, “Baik-baik di negeri orang, temukan teman pun saudara. Berkeluargalah.”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s