mentari-bersinar-lagi.jpg
Mentari Bersinar lagi

Beberapa waktu yang lalu, aku iseng-iseng intip Search Terms for all days ending 2013-05-24 (Summarized), lalu memilih ‘all time’. And then, apakah yang aku temukan di sana?

Sebuah kalimat yang membuatku berekspresi, begini 😀

Iya!  That’s right. Salah satu kalimat singkat yang membuat perhatianku tertuju padanya, adalah “Blog Perempuan dan Mendung.” Xxixii. Makanya, aku jadikan ia sebagai salah satu judul, ya.

Ku menyadari, baru saja setelah aku membacanya. Bahwa di sini memang ada mendung. Dan di sini pun ada perempuan. Sehingga dengan merangkai kata-kata di atas menjadi sebuah kalimat sederhana, maka sampailah pencari pada halaman ini. Namun yang aku belum tahu, ke judul yang manakah nge-link-nya? Entahlah… But, I found that there are three times views for this sentence one.

Untuk selanjutnya, aku akan membahasnya. Pertama-tama adalah tentang blog.

“Mengapa engkau nge-blog?,” engkau menanya padaku.

Karena aku ingin mengaktualisasikan diri. Caranya adalah dengan menyusun huruf-huruf di sini. Blog yang ternyata pun ada kandungan mendung di dalamnya,” begini penjelasanku.

“Lalu, mengapa pula ada mendung di sini?,” tambahmu pula.

“Karena aku menyusun huruf demi huruf sesuai dengan keadaan alam pada suatu masa. Yah, ketika alam bermendung kelabu, maka aku merangkai kata-kata bertema mendung. Begitu pula dengan yang sebaliknya. Karena aku sangat cepat berakraban dengan alam. Ya, demikian adanya aku,” jawabku.

“Hmmm…, kemudian bagaimana halnya dengan perempuan?,” engkau bertanya lagi.

“Ya, karena aku perempuan,” seraya tersenyum, ku pandangi engkau yang menatapku.

Engkau pun tersenyum. Kita bersenyuman. Dan pada saat yang sama, di dalam pikirku bergulirlah sebuah kata yang senantiasa ku rindukan saat mendung. Mentari.

Mentari yang tersenyum. Senyumannya yang aku suka, ku lihat sedang menebar pada wajahmu. Wajahmu yang bertaburan senyuman. Sehingga layaklah engkau ku sapa dengan ‘Mentari.’ Mentari yang menjadi jalan berubahnya hari-hariku dan tidak lagi bermendung. Seperti saat engkau hadir di hadapanku. Ketika sedang menggelayut mendung di langit hati.

🙂🙂🙂

3 thoughts on “Blog Perempuan dan Mendung

    1. Ohiyaa..? please, Ukhtii. Beraikanlah alasan ngeblog dirimu, aku ingin bacaaaa… Apakah sama dengan daku? dan berarti kita sehati?😀 Dan kita sedang dalam upaya memenuhi kebutuhan manusia normal yang paling tinggi.

      Sebagaimana yang pernah aku baca dalam sebuah postingan di milis FLP pada hari Selasa,21 Mei 2013 lalu dan masih teringat-ingat, sampai saat ini.

      Berikut Bapak Nur Said menuliskan:

      “Menulis adalah bagian dari aktualisasi diri. Maslow seorang ilmuan perkembangan jiwa bahkan memposisikan ‘aktualisasi diri’ sebagai tingkat kebutuhan manusia normal yang paling tinggi. Demikian juga kitab suci Al Qur’an ayat pertama yg diturunkan adalah ‘Iqra’= ‘Bacalah dengan nama Tuhanmu’. Tentu bukan sembarang membaca. Bacalah ayat ayat kauniah (semesta alam/kontekstual) dan ayat-ayat qouliyah (wahyu tesktual). Hasil bacaan supaya tidak menguap perlu ditulis. Tetapi banyak orang masih menganggap menulis itu sulit/ repot? Tulislah apa yang bisa kita tulis. Barangkali tak berlebihan kalau berpedoman: mengadopsi Descartes: Cogito Ergo Sum—–“Saya menulis, maka saya ada”; Pendapatmu….?”.

      Dan aku setuju dengan pendapat beliau. Terimakasih buat beliau, 🙂

      Salam -full- Persahabatan buat kita.

      Like

      1. Subhanallah mbak surya kok ya bener ya kita sehati saya lho sudah judul yang tersimpat di draft postingan cuman dah luama banget tidak saya tulis mbak. judulnya blog dan wadah aktualisasi , sebelum baca postingan ini he he he…. iya semoga saya bisa menulis tentang ini >_<

        Deal.... :D
        Xixiii, hayoo, Ukht, lanjutkan and posting yaa... tak dukung dengan sepenuh jiwa. :)

        Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s