English: Dusk at the Sultan Omar Ali Saifuddin...
English: Dusk at the Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque in Brunei on the eve of Ramadan. Minutes before, a muslim prayer rang from the church speakers. Français : La mosquée Sultan Omar Ali Saifuddin à Brunei, au crépuscule, juste après l’appel à la prière, la veille du Ramadan. (Photo credit: Wikipedia)

Pada hari ini, aku petikkan untukmu teman, sebuah catatan yang pernah ada, semenjak hampir tiga tahun yang lalu. Tepatnya ia terangkai pada tanggal 10 Agustus 2010, dengan judul “Sore yang cerah, meski kita belum dapat bertatap langsung”.

Marhaban Ya Ramadhan
Sebelum lembaran putih bulan Sya’ban terisi penuh, lembaran bening Ramadhan sudah siap menanti untuk kita ditulisi. Bersama wangi kertasnya yang mulia, yang masih polos untuk saat ini. Hadirnya datang untuk menjadi bagian dari kehidupan yang akan kita jalani. Menjadi salah satu jalan yang akan kita tempuhi. Menjadi tempat yang akan kita singgahi. Menjadi tuan rumah yang akan kita temui beberapa saat lagi. Yang akan menjadi bahan makanan untuk kita nikmati. Yang akan menjadi minuman untuk kita teguk. Yang akan menjadi tikar untuk menjadi alas istirahat saat lelah menemui. Yang siap menjadi teman sejati, menemani kita untuk melanjutkan langkah ini.
Wahai Ramadhan yang mulia…
Saat ini engkau mulai menampakkan parasmu yang tenang, yang sedang membawa kedamaian dan ketentraman bagi jiwa-jiwa kami, kami telah siap menyambut hadirmu, karena telah lama kami menunggumu, Wahai Ramadhan yang penuh berkah… tidak akan kami sia-siakan arti kehadiranmu, rasa lelah karena menunggumu sejak kepergianmu, sejak 1 (satu) tahun yang lalu hilang sudah, berganti senyuman penuh kebahagiaan, Wahai Ramadhan yang indah… wangimu telah tercium, harum semerbak menebarkan segala pesonamu, senyumanmu pun telah kelihatan, terharuu… bahagiaa terasa… bisa kembali bertemu denganmu. Wahai Ramadhan yang suci…
Semoga kita masih diberi kesempatan dan kemampuan mengisi hadirnya Ramadhan di tahun ini dengan amal yang sebaik-baiknya. Dan dengan karya nyata yang selalu abadi. Agar Ramadhan di tahun ini menjadi penuh berkah untuk kita semua. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan Rahmat + Taufik + Hidayah + InayahNYA agar dapat menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik tolak bagi kita semua. Agar dapat meraih kemuliaan dengan menjadi manusia yang mau bangkit untuk diri dan umat. Untuk mencapai Ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin ya Rabbal’alamiin…
“Kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam: “Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa”. (HR Ibnu Majah,1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkanAl Albani dalam Shahih Ibni Majah).” Namun, kesalahan dan kekhilafan tidak akan pernah terlepas dari seorang anak Adam yang sedang menempuh perjalanan dalam kehidupan di dunia ini.
Oleh karena itu, senantiasa terbuka gerbang pintu hati ini, setiap saat, hingga nanti… untuk ungkapkan ucapan maaf yang terdalam atas segala khilaf dan salah yang pernah ia perbuat. Baik di sengaja ataupun tidak. Setiap kali ia berkata, “Cintakan kedamaian tenangkanku, kebahagiaanku ada pada ketulusan, ikhlas adalah teman yang akan selalu berarti bagiku. Sedangkan kesejukan akan aku rasakan bersama orang-orang yang mensucikan aku. Lalu, indahnya persaudaraan senantiasa aku nikmati karena ukhuwah itu abadi sampai nanti.”
~Seputik renungan disetiap awal malam, semoga berbuah kemanfaatan. Setitik kekhilafan disetiap detik waktu, semoga berujung aliran sungai saling memaafkan di antara kita. Terima kasih.~
Selamat menjelang dan menjalankan ibadah shaum Ramadhan
***
Dan sore ini, nuansanya sama dengan sore pada masa itu. Yah, sore yang cerah.  Secerah hatiku yang sedang merekah. Karena ia sedang mensyukuri satu lagi anugerah Allah. Alhamdulillah… ia masih mempunyai kesempatan saat ini. Untuk menitipkan lagi beberapa huruf dalam kalimat. Sebagai salah satu bukti, bahwa ia sedang berusaha untuk meneruskan langkah. Langkah-langkah yang ia yakin berarti. Berarti baginya, bagi dirinya, pun bagi sesiapa saja yang akan ia temui setelahnya.
Hatiku yang semula merasakan gundah, kini mulai merasakan kelegaan. Hatiku yang awalnya terkurung dalam keasyikannya sendiri, kini mulai membuka matanya. Hatiku yang sebelumnya sempat hampir berkata bahwa ia lelah, kini temukan semangat baru. Bahwa ia tidak sendiri dan tidak benar-benar sendiri. Ada yang lain di luar sana, pun mengalami hal serupa dengannya.
Ketika ia berkata bahwa perjuangannya sungguh hebat, maka tentu lebih banyak lagi yang berjibaku sepenuh jiwa, selain ia. Saat beraneka uji menyapanya, dan ia mengatakan bahwa itu berat baginya, ternyata ia tidak perlu merasa keberatan lagi. Karena tidak ia saja yang sedang memikul uji. Semua insan pun diuji. Termasuk hatiku. Ia saat ini pun kembali bersemi, ia berseri. Seraya mengajak wajahku mensenyumi hari. Hari ini, sore yang cerah.
Lama melangkah, kita akan bertemu dengan banyak persimpangan. Jauh berjalan, kita akan bersua dengan nuansa berbeda di setiap persimpangan. Hanya membutuhkan keyakinan dan kepercayaan, bahwa kita pun bisa. Maka kita benar-benar bisa.
Dengan bercermin pada pribadi-pribadi yang kita pun ingin menjadi, maka kita akan tergerak untuk menjadi demikian. Mengambilnya sebagai teladan dalam perjuangan, maka kita akan tertarik untuk terus mendekat padanya. Walaupun dari ujung dunia yang berbeda, kita berasal. Meskipun tidak serupa bahasa dan warna kulit. Termasuk kebudayaan dan kekhasan yang wilayah kita punyai. Namun kalau cita kita sama, pun tujuan kita serupa, maka kita akan dipertemukan jua. Dalam pertemuan senja yang bersahaja. Senja yang akan datang, setelah sore yang cerah ini meninggalkan sekelumit pesan untuk kita.
“Teruskanlah perjalanan, esok kita akan kembali jumpa, sebelum senja tiba, insyaAllah…,” bisiknya pelan.
“Iya, baiklah…” jawabku dengan sumringah. 😀 Ah, ada-ada sajah.
🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s