Bahasa Indonesia: Lokasi Provinsi Sumatera Bar...
Bahasa Indonesia: Lokasi Provinsi Sumatera Barat, Indonesia (Photo credit: Wikipedia)

Selautan biru nan mulai mengelabu, di hadapanku. Terlihat pula sebuah kapal dari kejauhan. Ia sedang berlayar. Sedangkan aku bersama para penumpang lainnya, sedang berada di kapal kami (hihiii – kapal pesiar).

Sore ketika itu, saat kami mulai melaut. Yach, terlihat pula mentari mulai menepi dan ia belum benar-benar menyentuh permukaan laut. Sedangkan kami, aku beserta para penumpang lainnya, sedang terombang ambing di tengah gelombang dan riak yang ringan.

Semilir angin menyentuh pipi kami. Sedangkan bola-bola mata ini, asyik dengan keasyikannya memandang ke sekeliling. Ya, keindahan alam di tengah laut, sungguh membuat desir di kalbu menjadi semakin cepat. Rindu itu menaungi ruang hati.

Sekali, dua kali, dan tentunya waktu itu adalah kali ke tiga aku berada di atas kapal untuk berlayar. Yes, kami sedang menyeberang dari pulau Jawa ke pulau Sumatera. Dan baterai hapeku saat itu hampir punah. Jadi, hanya dapat memotret beberapa kali saja. Dan berikut adalah satu diantaranya. Aku suka.

Lautan biru nan mengelabu
Lautan biru nan mengelabu

Aah, biru itu telah berubah menjadi warna toska dan aku sangat suka padanya. Saat aku memandanginya lagi saat ini, terkenang pula aku pada pengalaman berada di atas kapal yang sedang berlayar membawa kami ke ujung selat Sunda. Dari ujung pulau Jawa, kami akan bertolak menuju ujung pulau Sumatera, arah ke Barat.

Selama lebih kurang tiga jam saja terombang ambing di atas lautan, akhirnya kami sampai lagi di daratan. Dan tentu saja suasananya berbeda dibandingkan saat berada di atas air. Begitulah nuansa kehidupan. Suatu ketika kita mengalami kedamaian dan ketenangan. Ada pula waktunya seakan ada yang mengguncang jiwa. Namun demikian, kembalikan semua kepada-Nya dapat menjadi jalan untuk tenangkan jiwa kita.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenang.” (Q.S Ar Ra’d: 28)

Demikian salah satu bagian arti dari firman-Nya,  yang aku begitu senang saat membacanya. Dengan demikian, tenang itu begitu mudah untuk mencapainya, ya, ingatlah Allah.

Seperti tampilan lautan biru yang kita saksikan, begitu pula dengan rute perjalanan kita di dunia ini. Ibaratnya kita sedang dalam pelayaran. Dan bagaimana seorang nahkoda yang mengendalikan kapal di mana kita sedang berada? Beliau sangat berperan dalam menjadi jalan selamat bagi para penumpang hingga sampai ke daratan lagi.

Kehidupan laksana selautan biru. Biru yang mendamaikan. Biru yang menenangkan, pun terkadang mengharukan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s