🙂🙂🙂   Doa Dhuha 🙂🙂🙂

Awal pagi yang indah hari ini, ku melihat tampilan langit berwarna pink berteman biru muda nan lembut. Saat itu pula aku segera teringat pada mentari yang sesaat lagi tentu akan menampilkan sinarnya yang cemerlang. Untuk ia tebarkan bersama senyumannya yang menawan. Sungguh, waktu pagi yang mencerahkan hati dan aku suka. Pagi ini sungguh bermakna.

Ku melangkahkan kaki-kaki ini dengan segera. Untuk berpindah dari lokasi ku berada semula. Agar ku tidak terdiam lama pada satu lokasi saja dan semoga dapat ku berubah posisi. Lalu, ku buka lembaran bercahaya dengan perasaan hati yang sempurna. Ada harap yang sedang ia tumbuhkan lagi di sana. Ada kedamaian yang ia damba tetap berada di sana. Ada beberapa titik yang semenjak beberapa masa yang lalu perlu ia jaga. Karena ia adalah bagian dari kisah perjalanan seorang hamba.

Pagi berseri sungguh menenteramkan hati. Melangkahkan kaki-kaki merupakan salah satu aktivitas yang perlu kita lakukan. Termasuk pula jemari yang berada di ujung tangan-tangan ini. Ia pun dapat merangkai beberapa bait puisi ataupun syair untuk mengungkapkan perasaan hati. Ialah sarana sampainya beberapa baris kalimat di sini. Dan tersenyumlah ia setelahnya.

Orang yang beriman, aktivitasnya: Bangun, mandi, dirikan shalat Dhuha, baca Al Quran, sarapan, shalat Dzuhur, ngelanjutin skripsi, ngemil lagi, makan siang, ngelanjutin lagi skripsi. Xixixii. Inilah jadualku di dalam satu hari pada waktu libur.

Namun, pada hari-hari beraktivitas sebagaimana biasa, aku cenderung memberikan motivasi berbeda untuk diriku. Seperti merangkai beberapa baris kalimat berikut:

Berkostum warna violetta,

berseri wajah penuh senyuman,

ku bahagia,

karena ada seorang yang akan ku jumpa,

di sanaaa….

yang sudah ku tahu namanya, “My Surya

dan ku sampaikan bahwa, “Ini bukan pertemuan kita yang pertama.”

Bandung, 4 Mei 2013–

Dan aku mensenyuminya saat ini. Lalu, pada pagi ini, ku ingin sampaikan bait-bait suara hati yang membuatku ingin mensenyuminya pada suatu hari berikutnya. Agar ku tahu, bahwa segala yang aku harapkan, aku ingini, tidak jauh jaraknya dengan bagaimana aku menjalani proses saat ini untuk mencapainya.

Wahai calon imamku,

Inilah ungkapan suara hatiku dan ker-a-g-uanku saat ini. Saat kita belum berjumpa membuat hati ini dalam ket-a-k-u-t-an.  Aku t-a-k-u-t belum sempurna dalam mentarbiyah diriku sehingga engkau belum bersedia menemuiku. Karena masih banyaknya pertidaksamaan yang ada di antara kita. Saat aku masih berbuat hal-hal yang tidak sama dengan yang engkau rutinkan.

Aku dalam ket-a-k-u-t-an karena begitu jauhnya perbedaan di antara kita. Engkau yang ku harapkan seorang imamku kelak, ternyata saat ini aku masih belum mampu menjadi makmum yang baik bagi hatiku dan diriku terlebih dahulu. Sehingga aku t-a-k-u-t ketika kita bersama tidak jua ku dapat menjadi makmumnya engkau. Padahal engkau adalah imamku.

Sungguh aku t-a-k-u-t terlebih lagi apabila semenjak saat ini aku tahu bahwa engkau sedang bergiat-giat dalam memperbaiki dirimu sedangkan aku masih terlarut dalam kelalaianku. Padahal engkau adalah bagian dari diriku yang telah Allah persiapkan untukku.

Sungguh aku t-a-k-u-t terlalu lama engkau menungguku sedangkan aku sedang tidak bersiap-siap untuk menemuimu. Aku bahkan lebih t-a-k-u-t lagi saat engkau dipanggil oleh Rabb kita, engkau belum sempurna dalam mentarbiyahku saat kita bersama, kelak.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s