I should not be allowed near the book stacks.
I should not be allowed near the book stacks. (Photo credit: KennethMoyle)

Hari ini aku ada jadual ujian. Ujian di sekolah. Mata pelajarannya adalah Pendidikan Ilmu Ekonomi Makro yang biasa disingkat dengan PIE Makro. Guruku bernama Bapak Abdul Ghani. Semoga hari ini beliau dapat hadir untuk menjadi pengawas ujian kami. Aamiin.

Dalam menjalani ujian, satu hal yang beliau haramkan bagi kami untuk melakukan adalah “Men-c-o-n-t-e-k”. Ya, beliau sangat tidak suka dengan hal ini. Oleh karena itu, beliau mewajibkan kami untuk mempelajari dengan benar-benar materi yang beliau sampaikan. Sehingga kami benar-benar mengerti dan memahami. Nah! Kalau sudah mengerti, maka tidak akan pernah terjadi lagi yang namanya men-c-o-n-t-e-k dalam mengikuti ujian.

Satu ketidaksukaan beliau ini, merupakan ciri khas guruku yang membuat aku segera mengingat Bapak Abdul Ghani saat ini. Ya, karena aku sedang mendalami materi yang beliau sampaikan dalam pertemuan beberapa waktu yang lalu, dalam semester ini. Hingga akhirnya, waktu ujian pun datang, hari ini.

Ketika engkau bertanya, “Bagaimana perasaanku saat ini, dalam detik-detik menjelang ujian?”

Maka aku menjawab bahwa, “Aku tidak sedang berbunga-bunga, tentu saja.”

Ketika engkau bertanya, “Apakah yang sedang aku pikirkan, saat ini?”

Maka sesungguhnya aku sedang memikirkan bagaimana cara agar pada saat menjalani ujian PIE Makro hari ini, sukses.

Dan saat engkau bertanya lagi, “Apakah yang sedang aku lakukan saat ini?”

Maka berikut adalah jawabannya, “Aku merapal lagi rumus-rumus yang berhubungan dengan materi semester ini, tentang Konsumsi, Tabungan, dan Investasi”

Kemudian saat aku sedang asyik belajar, ada sebuah pesan masuk, dari salah seorang temanku, Timoet pada pukul 7.37 am.

“Berangkat jam berapa Bu Yan?”

Aku jawab gini, “Aha? Bentar lagi  Bu. Jam 8 ya. Karena Yn masih belum siap-siap.”

Then beliau nitip pesan lagi, “Katanya pada ujian jam 8. Jam segini belum pada datang. Ya ampuuuuun.”

“Haha. Ujhian jam 8.40 Bu. Oia, Ti ada di mana? Anak-anak yang lain udah pada datang, belum?”, jawabku.

Kemudian Timoet yang beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 7 Mei berulang tahun,  pun menjawab via pesan singkat, “Ti di Gedung A. Gak tau teman-temannya yang mana.”

***

Tidak tahu yang mana teman-temanku, karena beliau tidak ikut dalam mata pelajaran PIE Makro semester ini.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s