Salah Satu Pelajaran

Citadel of Salah Al-din
Citadel of Salah Al-din (Photo credit: Ndecam)

Belajarlah dari kesalahan. Karena kesalahan adalah bahan pelajaran. Untuk kesalahan hari kemarin jadikan sebagai bahan pelajaran dalam hari ini. Sedangkan kesalahan hari ini jadikan sebagai pengalaman dan pelajaran untuk masa yang akan datang. Dengan demikian semoga kita tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

“Dalam melakukan apapun, biasakan selalu cek ulang dan periksa kembali lalu cek lagi berkali-kali, kemudian telusuri lagi dengan teliti sampai benar-benar yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah benar,” begini pesan Bunda hari ini.

Nah! Ketika kita telah yakin melakukan dengan benar dan ternyata masih terdapat kesalahan, mungkin itu takdir yang tidak dapat diubah. Karena kita sebagai manusia mungkin dan tidak akan pernah luput dari salah dan khilaf.  Namun selagi kita berusaha dengan baik, maka terjadinya kesalahan dapat kita minimalisir. Percayalah.

Di permulaan setiap aktivitas yang kita lakukan, mulailah dengan terlebih dahulu menyebut nama Allah, agar kita senantiasa merasakan kehadiran-Nya ADA bersama kita. Sehingga perasaan diperhatikan oleh-Nya akan menghadirkan ketenangan di dalam hati.  Ketenangan yang membuat kita menjalankan aktivitas dengan optimal. Dan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang mungkin saja tidak pernah kita sadari sama sekali ketika ia terjadi.  Berharaplah dan berusahalah bersama-Nya.

Setelah melakukan salah bukan menjadikan kita tersurut saat melangkah lalu tidak mau bergerak lagi. Karena tidak mau dan takut berbuat salah lagi. Namun justru karena kesalahan itulah, kita menjadi semakin bijak sebelum bersikap, lebih teliti sebelum berbuat, dan berhati-hati saat melangkah.  Karena di dunia ini, tidak ada seorangpun yang luput dari kesalahan, tidak pernah berbuat salah atau disalahkan. Baik ia benar melakukan kesalahan atau hanya sebagai penyalahan. Oleh karena itu, berlapang hatilah apabila penyalahan itu sampai kepada kita namun dari dalam hati kita belum sepenuhnya menyadari akan hal tersebut. Lalu bersegeralah meminta maaf pada sesama, saat kita menyadari, bahwa ternyata kita memang salah.  Berakrabanlah dengan pemaafan. Maka hari-hari yang kita jalani menjadi penuh dengan pembelajaran. Bersama kesalahan kita dapat belajar bagaimana cara untuk meminta maaf. Dan belajar dari kesalahan orang lain, kita dapat belajar untuk memaafkan kesalahan tersebut. Apabila saat kesalahan terjadi, ia berhubungan dengan kita.

Bukan berarti orang yang pernah melakukan kesalahan selamanya salah.  Kalau ia mau mengambil pelajaran dari kesalahan, maka ia dapat saja menjadi seorang yang begitu mudah memaafkan orang lain. Karena ia menyadari bahwa ia pun pernah berbuat salah.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s