aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau ...
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu karena langkah merapuh tanpa dirimu oh karena hati tlah letih Aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu tanpamu sepinya waktu merantai hati oh bayang (Photo credit: emmstitch)

April belum berlalu. Dan hari ini tepat pada tanggal 21 April 2013, aku kembali teringat, ingat dan mengingat satu janji yang aku ikrarkan dengan diriku sendiri semenjak beberapa bulan yang lalu. Bahwa aku perlu terus berjuang dan lebih giat lagi. Karena aku masih punya satu tanggung jawab yang perlu segera tuntas dan berakhir dengan jelas. Yah! Bukan kenaikan kelas, namun lulus perkuliahan.

Hmmm… Membayangkan semua, tentu mampu mengukir sebaris lagi senyuman pada wajah ini.  Namun cukupkah hanya dengan membayangkan saja? Dan aku ingin membuktikan semua bayangan yang pernah ada, di dalam kenyataan. So, aku perlu segera berlalu dari sini. Kemudian ku berusaha merangkai beberapa baris kalimat lagi. Ya, hanya beberapa paragraf lagi saja, setelah satu paragraf sukses terangkai.

Skripsi. Xixii. Semenjak engkau hadir dalam hariku, membuat makan tak enak pun tidur tak nyenyak, ini benar terjadi. Ah!  Engkau pun membuat aku tak berhasrat menyelinap di balik selimut untuk malam ini.  Karena aku ingin menemanimu, dan tidak membiarkanmu sendiri lagi hingga engkau tuntas. Dan setelah itu, bolehlah kita berpisah.

Aku yakin bahwa skripsi bukanlah alasan bagiku untuk tidak berada di sini dalam beberapa waktu. Sehingga aku tidak memberikan ruang bagi diri untuk merangkai catatan dalam blog, karena kesibukan dalam menyusun skripsi. Bukan. Bagiku itu bukan alasan. Karena selagi kita mempunyai kemauan maka kita mampu untuk melakukan segala hal yang dapat kita lakukan. Termasuk berada di sini untuk meneruskan mengukir prasasti dalam perjalanan kehidupan. Walaupun sesungguhnya, catatan yang aku rangkai hanya berisi uneg-uneg dalam keseharian dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan skripsi yang sedang berlangsung proses pengerjaannya. Ya, karena aku menyadari, bahwa hanya hikmah-hikmah tertentu saja yang perlu ku beraikan dalam catatan demi catatan. Agar ketika aku membacanya lagi pada satu dan lain kesempatan. Maka aku pun teringatkan pada satu episode yang sesungguhnya penuh dengan perjuangan.

Ku selipkan senyuman, tidak lupa pula ku gariskan harapan.

Ku upaya menyintai keadaan, dengan menjadikannya sebagai wahana untuk mengabadikan pelajaran.

Ku ingin segalanya ada, karena ia akan segera berlalu setelah detik berpindah ke detik berikutnya.

Termasuk beberapa detik lagi, saat aku akan berlalu dari sini. Semoga catatan ini menjadi salah satu jalan yang mengingatkanku lagi, tentang janji yang pernah ku ikrarkan. Aku ingin senantiasa berjalan, hingga sampai ke tujuan.  So, pertemuan kita dalam catatan saat ini, bukan pamitan. Karena aku yakin akan teruskan perjalanan, bersamamu teman…

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s