View of Kini, Syros
View of Kini, Syros (Photo credit: GOC53)

Sore ini ku melangkah di atas jalanan yang basah. Sesayup ku tercium aroma keringat ayah. Yah. Sama seperti ketika beliau baru pulang dari sawah. Dengan tubuh yang sudah bersimbah keringat. Semua keringat menempel di tubuh ayah.

Dengan topi bundar yang menempel di kepala ayah, aku menyaksikan selembar wajah. Topi yang menutupinya dari tetesan hujan yang mulai gerimis. Topi yang berwarna merah berhiaskan cokelat di pinggirnya. Dan ku saksikan ayah melebarkan senyuman lebih sumringah. Saat beliau tahu bahwa kami semua ada di rumah.

Ayah…

Kini aku kembali merindukan beliau.  Bagaimana kabar ayah di rumah?

Tidak mampu ku bendung lagi, bulir-bulir permata kehidupan pun tumpah. Ia membanjir menaburi wajahku yang akhirnya basah. Aku tidak sedang menangis, hanya gundah. Yang tadinya dari bawah payung yang mengembang, kini ku pinggirkan ia. Hingga aku dapat merasakan tetesan hujan satu persatu memayungi wajah ini.

Aku pasrah. Dalam desah melantun dzikir kepada Allah. Ya Allah… titip rindu buat ayah.

Dalam kondisi begini, aku begitu mudah lelah. Aku merasa lemah. Namun aku yakin, semua ini mengandung hikmah. Mohon doanya semoga aku dapat menjalani episode ini dengan tabah.  Dan melewatinya dengan kenangan indah, insya Allah.  Terima kasih yah.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s