jihad
jihad (Photo credit: portable_soul)

Awal malam ini, mataku tertuju pada langit malam. Di sana ada sebuah lingkaran yang bercahaya. Rembulan namanya. Ahaaa… betapa aku sangat menyukainya.

Untuk beberapa lama, ku tempelkan arah tatap ini di permukaan rembulan yang benderang. Ku biarkan ia menikmati keindahan yang ada. Lalu, ku tundukkan kepala ini sejenak, ketika ia merasa lelah. Kemudian ku angkat lagi untuk menyaksikan rembulan yang sedang benderang dan terang. Sungguh, aku sangat suka pemandangan serupa.

Berbeda dengan mentari yang menyinari dari dirinya, sedangkan rembulan tidak. Karena untuk dapat bercahaya hingga purnama, rembulan perlu mendapatkan pantulan sinar mentari.

Terdata namamu semenjak lama di dalam catatan perjalananku. Dan aku masih mengingatnya. Bahwa kita ternyata pernah bersama di suatu masa. Masa yang tidak akan pernah ku lupa. Saat itu aku masih belia, dan pasti saja belum pernah menjumpamu. Namun mengapa? Engkau telah menjadi bagian dari kehidupanku?

Dan kini, ketika kebersamaanku denganmu masih dalam kondisi yang sama, aku kembali alami hal serupa. Terbayang-bayang di mata, walau kita belum bertatap. Terngiang-ngiang di telinga, walaupun belum pernah aku mendengarkan nada suara. Yaa, kok bisa? Apakah aku sudah demikian terpesona? Namun bukan pada pandangan pertama, tapi pada purnama. Purnama yang hampir setiap bulan munculkan rupa. Rupa nan rupawan dan aku suka. Ah… kini aku menjadi suka nuansa malam. Malam yang menjadi jalan pertemuan kita. Di dalam hening, ketika kelam, engkau mensenyumiku. Wahai rembulan. Sungguh menenteramkan.

Walaupun setelah ini, kita tidak lagi bersama, aku tidak akan menyesal. Karena ada beberapa pesan yang telah engkau titipkan saat kita bersenyuman. Tentang peran malam yang menjadi jalan pertemuan kita lagi. Ya, pada malam-malam yang berikutnya. Dan aku ingat pesanmu, padaku. Agar ku terjaga lebih sering … untuk menatapmu walau tak selalu. Semoga tak terlewat waktu-waktu berharga itu. Saat senyuman purnama perlahan pudar, di sepertiga malam.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s