Melalui sepasang mata, aku membaca nama dan dengan lembaran bibir aku mengejanya. Namun hanya dengan satu hati, aku mengenal rasa.

Ketika mataku tertutup maka aku tidak dapat lagi melihat nama-nama yang aku baca dengan lembaran bibirku. Begitu pula dengan hati yang tertutup. Aku tidak akan pernah dapat merasakan lagi apa yang pernah aku rasakan semula.

Oleh karena itu, aku ingin dapat melihat lebih lama. Aku ingin membuka hatiku selamanya. Agar aku dapat mengeja lebih banyak lagi nama. Dan aku dapat mengalami beraneka rasa yang ada. Walaupun aku tahu bahwa salah satu nama yang akan aku baca berikutnya adalah namamu yang pernah aku kenal dan kini masih teringat. Pada saat yang sama, aku akan mengejanya lagi untuk kedua kali, ketiga kali, bahkan untuk hitungan yang tidak akan pernah terhingga. Karena bagiku namamu sungguh bermakna dan ia menjadi bagian dari kehidupanku yang selanjutnya.

Aku pun ingin membuka hatiku dalam jangka waktu yang lama. Agar aku dapat merasakan segala rasa, tanpa menerka-nerka. Dan aku mempunyai kesan tentang rasa yang pernah menyapaku dan aku menerimanya. Pun aku dapat memberikan pesan terhadap rasa yang pernah aku temui dan ia menerimaku.

Ku buka mata agar dapat melihat pula bagaimana rupamu. Ku buka hati agar ku dapat merasakan pula apa yang engkau rasakan. Karena kita sama-sama mempunyai mata, dan kita sama-sama mempunyai hati. Ketika ia bersua, maka tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita, kecuali maut yang sedang menanti.

Setelah aku melihatmu, engkau dapat saja pergi. Namun engkau tidak akan pernah pergi dari ingatanku. Selama aku masih dapat mengingat dengan baik. Begitu pula dengan hatiku. Ketika ia pernah merasakan apa yang engkau rasakan, maka selamanya ia akan mencari dan menemukan dirimu yang sesungguhnya, saat  ia mendapati bahwa engkau berbeda dengan rasa yang sedang menaungimu. Lalu ia berkata, “Engkau tidak seperti ini.”

Rasa memang tidak dapat kita lihat namun ia ada dan mempunyai mata di dalam hati.

🙂🙂🙂

One thought on “Buka Mata dan Hati

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s