Peng`itirafan
Peng`itirafan (Photo credit: ukhti27)

Hmmm… I saw two butterflies that remembering me for a word. It’s love.

Allah sungguh Maha Cinta dan aku mencintai-Nya. Cinta yang tidak akan pernah terbanding dengan apapun juga. Cinta yang tidak akan pernah terbeli karena mahal harganya. Cinta dari Yang Maha Mempunyai segalanya. Cinta yang membuat para pencinta tidak akan pernah lupa, bahwa cinta kepada-Nya akan berbalas. Jelas dan lunas.

Dan salah satu wujud cinta-Nya kembali IA tunjukkan di hadapan mataku, hari ini. Pagi. Ketika aku sedang melangkahkan kaki-kaki ini untuk meneruskan perjalanan, sempat ku mengedarkan pandangan ke sekeliling. Mata yang sering mencari-cari pemandangan berbeda. Mata yang sangat senang menghentikan tatapnya pada dedaunan. Mata yang terkadang henti di awang-awang. Karena ia menyaksikan makhluk-makhluk yang membuatnya takjub alang kepalang. Dan salah satu makhluk yang membuatnya kembali terpesona pada pandangan pertama adalah sepasang kupu-kupu.

Ku melihat sepasang kupu-kupu sedang terbang melayang di hadapanku. Tidak jauh dari posisiku berdiri ketika menikmati alam, terlihat ia sedang asyik berkejaran. Saat ku perhatikan, warnanya kecokelatan. Diperindah dengan hiasan berbentuk bola-bola berwarna kuning keemasan di setiap kelopaknya. Kelopak itu terus mengepak dan tidak luput dari perhatianku. Kepakannya membuatku memberikan perhatian penuh padanya. Lalu, aku berpikir, “Apakah mereka kembar. Sehingga mereka beriringan sedemikian rupa?”

Seakan tidak terpisahkan, beginilah pemandangan yang sempat membersihkan kedua bola mataku untuk beberapa waktu lamanya.  Karena memang mata ini seakan tercuci seketika itu juga. Ia berkedipan, menutup dan membuka. Kedipan yang menandakan bahwa aku sangat terpesona dan kagum dengan kupu yang sedang berada di depanku. Dalam pandangan mataku, ia menunjukkan bahwa keindahannya adalah bagian dari bukti Sang Maha Cinta Yang telah Menciptanya sedemikian rupa. Aku terharu menyaksikan semua.

Di mataku, kupu-kupu itu sungguh menarik. Hingga aku menjadikannya sebagai tema dalam catatanku hari ini. Catatan untuk mengingatkanku lagi pada Penciptanya, setiap kali aku teringat pada kupu.

Kupu itu lucu dan terlihat anggun di mataku. Keanggunan yang ingin ku sentuh, namun aku tidak sanggup. Dan saat bertemu dengannya, ingin ku merengkuhnya untuk ku genggam lalu ku bawa pulang.  Namun aku pun tidak berhasil menangkapnya. Karena ia begitu bebas dengan pergerakannya kian kemari. Makanya, aku pun mengabadikan tentang ia di sini. Karena aku pikir ini yang dapat kulakukan untuk tetap bersamanya hingga nanti.  Huhuu… Sendu rasanya saat ku menginginkan sesuatu namun belum tercapai. Sehingga kalau semakin banyak inginku, maka akan bertambah tumbuh pula senduku, bukan? So, aku tak lagi ingin apa-apa. Namun ku perlu terus berupaya. Agar ingin tak lagi ingin namun berganti menjadi langkah-langkah nyata.

Aku mencintai… pemandangan yang ku saksikan di depanku. Cinta yang ku biarkan agar tetap ada. Cinta yang ku rasakan semakin memuai ini mulai menyeruak dari rongga dada. Hingga ia perlahan keluar tanpa perlu ku minta. Cinta yang ku persembahkan pada seluruh alam. Cinta yang tidak akan pernah berkurang saat ku tebarkan. Namun ia akan kembali kepadaku kapan saja. Ya, setiap waktu, di setiap tempat, dan dalam berbagai keadaan. Karena ia telah begitu bebas saat ku melepaskannya.

Kupu itu telah berlalu. Begitu pula dengan cintaku. Ia ikut terbang dengan kupu, entah ke mana?

Cinta. Ketika engkau yakin bahwa ia akan kembali, lepaskanlah dengan senang hati. Walaupun ia pergi lama, dan tidak akan datang lagi, bersyukurlah segera. Karena mungkin saja ia sedang mengajarimu cara-cara yang tidak pernah engkau pikirkan sebelumnya. Dan yakinlah bahwa cinta akan kembali padamu, saat engkau sudah benar-benar menyadari arti kehadirannya bersamamu.

Cinta. Ia bagaikan kupu-kupu yang sedang engkau pandang. Mengagumkan.

Cinta yang sesungguhnya adalah saat engkau dapat mengalirkan ingatanmu pada Pencipta dari apa yang sedang engkau cintai. Sehingga cintamu tidak akan pernah terbagi, walau sekeping. Dan ia tetap satu selamanya.

Lalu… Cintailah apa saja. Cintailah sesiapa saja. Dan cintailah cinta itu sendiri, sebelum engkau kehilangannya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s