The main street (Jalan Pudu) of Pudu, Kuala Lu...
The main street (Jalan Pudu) of Pudu, Kuala Lumpur, Malaysia, towards the southeast from the intersection with Jalan Pasar (Market Road) and Jalan Sungai Besi (Sungai Besi Road) (both behind). (Photo credit: Wikipedia)

Nah! Dengan begini, tentu lebih baik adanya. Hehe :D  Saya suka jalan-jalan.

Berjalan-jalan semenjak pagi memula hari, tentu menjadi aktivitas yang dapat kita lakukan setiap hari. Apakah kita akan berjalan-jalan menyusuri pematang yang benihnya baru saja ditanam di sawah. Ataukah kita berjalan di pinggir jalan di atas trotoar dengan lalu lintas yang cukup ramai. Atau… kita sedang berjalan-jalan di dunia maya? Aha! Ini yang sukses saya lakukan semenjak awal hari ini. Berjalan-jalan untuk mengunjungi satu lokasi dan berpindah ke lokasi lainnya. Kemudian memandang keindahan alam yang sungguh memesona. Aku ingin sampai di sana. [meneruskan cita]

Bertemu dengan orang-orang mulia dan hebat adanya. Memperhatikan dan menyimak setiap kata, ucap, sikap, gerak dan tindakan yang beliau baktikan. Tentu membuat keinginan untuk menjumpa beliau meninggi adanya. Ah! Aku ingin bersua dengan beliau-beliau semua.

Tidak dapat terucap dengan nada suara yang mengalir segera, atas apa saja yang sedang hati ini damba. Bahkan untuk merangkainya dalam susunan kata yang mulai muncul, saya pun tak kuasa, rasanya. Namun demikian, kuat dorongan dari dalam diri ini untuk mengeluarkannya beberapa. Agar kehadirannya dapat terlihat pula. Bahwa harapan itu masih ada.

Sedangkan cita yang semenjak lama bertumbuh di dalam jiwa, pun masih subur. Ia ingin berkembang biak dan menaburi halaman hari-hari yang sedang saya jalani. Dan kesempatan baginya adalah saat ini. Ya, saat ini.

Dengan begini, tentu lebih baik rasanya. Karena saya dapat mensenyuminya pada suatu masa yang akan berlangsung. Masa yang akan menjadi saat ini pada saat itu. Ya, saat ini. Karena saat ini saya sedang serius dan dalam perjuangan untuk mengalirkannya satu persatu.

Saya mendamba kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, senyuman dan kesejahteraan. Ini bukan berarti bahwa saat ini saya sedang tidak berbahagia, sedang tidak tersenyum atau tidak sejahtera. Namun, justru karena adanya kebahagiaan yang meluap dari dalam dada, mewujud senyuman yang mulai menebar, hingga kesejahteraan itu membekas pada satu lembar catatan hari ini. Ya, dengan begini, saya merasa lebih baik dan bersyukur, karena dapat melihat-lihat keindahan yang sebelumnya hanya dapat terbayangkan dengan ingatan berupa impian. Dapat berjumpa dengan sesiapa saja di sana. Namun kini, segalanya menjadi mungkin. Mungkin dan mungkin adalah satu kata yang hingga detik ini membawa harapan baru. Harapan yang perlu saya urai pada hari-hari yang akan datang. Esok, lusa dan selanjutnya.

Saya, untuk saat ini, belum dapat berjalan-jalan lagi sebagaimana biasanya di atas bumi. Dengan alasan yang klasik, –mlllllzzzz ke mana-mana. Sehingga, ujung-ujungnya, berada di satu lokasi saja untuk beberapa waktu lamanya. Dan saya melakukan berbagai aktivitas yang dapat membuat hati, pikiran dan diri ini menjadi lebih baik. Salah satunya adalah dengan berkunjung di sini. Bukan kunjungan untuk pertama kali, tentunya. Ai! Saya suka di sini, dan berada di sini.

Lalu, bertanya seringkali saya pada diri ini, untuk keperluan apakah ia berada di sini? Bukankah lebih baik baginya untuk memperhatikan senyuman mentari yang sungguh cerah dan megah di luar sana? Lalu menghitung itu senyuman seperti biasanya. Hingga ia perlahan tertutup awan yang bergerak pelan-pelan. Tidak! Bukan hal yang sama yang saya lakukan, semenjak awal hari ini. Namun memperhatikan alam yang berbeda, tentu memberikan nuansa yang berbeda pula. Bukankah hampir setiap harinya, selain hari ini, saya berjalan-jalan di bawah terik sinar mentari?  Xixii. So, kehadiranku di sini, saat ini adalah untuk menemukan suasana yang berbeda, itu saja.

Nah! Biasanya, setelah berada di sini, saya mempunyai harapan yang baru lagi. Karena sepulang dari sini, saya membawa beraneka ragam oleh-oleh berupa motivasi, kalimat-kalimat penuh isi, untuk saya praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, di sini, saya juga sedang belajar untuk berbagi. Berbagi suara hati atas apapun. Opz!  Udah dulu ya, karena jadual berikutnya telah menanti.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ada tamu dan teman yang mau berkunjung. Jadi, saya siap-siap dulu beraneka jamuan untuk penyambutan.”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s