Orang tua menjekolahkan kita, agar dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik. Dan saat berada djauh dari beliau, kita dapat menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi sekitar dan pribadi yang berarti. Bukan untuk alasan apa-apa, hanya sadja agar kita tidak mudah dibodohi oleh orang lain. Agar kita dapat mengeluarkan pendapat yang kita punya. Agar kita pun dapat menyampaikan pesan atas apa yang ingin kita pesankan. Selain itu, bersekolah juga menjadi djalan bagi kita untuk dapat berkenalan dengan berbagai karakter dan tipe manusia. Pokoknya, sekolahlah setinggi-tingginya dan gapailah impian serta citamu hingga ke negeri yang jauh. Walaupun untuk mentjapai semua itu, engkau membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan perlu berkorban materi, jiwa, raga dan pikiran dalam mendjalaninya. Namun yakinlah bahwa semua tidak akan sia-sia. 
Ketika baru saja menamatkan pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan delapan tahun yang lalu, aku berhasrat untuk melandjutkan pendidikan lagi. Dan aku sangat besar kemauan untuk dapat terus belajar dan belajar lagi. Agar aku dapat mengetahui ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak aku tahu. Selain itu, aku pun sangat ingin menambah pengalaman. 
Seiring dengan bergulirnya waktu dari hari ke hari, keinginanku pun perlahan menuju titik temunya. Hingga kita pun bersua di sini, dalam pertemuan senja dan rupawan. Kalau bukan karena hasrat dan keinginan yang masih menggantung di langit hati, belum tentu kita dapat bersama hingga saat ini, teman. Namun yang terlebih penting lagi adalah peran dari sesiapa saja yang menjadi djalan bagiku untuk dapat meneruskan cita. 
Ada banyak orang-orang baik di sekelilingku. Sedangkan jumlah beliau semua, tidak terhitung banyaknya. Ada yang hingga saat ini senantiasa lekat di dalam ingatan, menyangkut di dalam hati, walau pun kami belum dapat lagi saling bertatap mata dalam nyata. Namun ingatan pada beliau, membuatku ingin segera mengurai beberapa baris kalimat di sini. Agar aku pun tahu, bahwa aku pernah mengalami yang namanya ‘rindu’. Ada kerinduan yang menyeruak di dalam kalbu, atas keinginan untuk bersua lagi, yang belum kesampaian. Keinginan yang tidak terlihat, namun ia ada. Seperti halnya engkau yang aku temui di dunia maya ini, teman. Walaupun tidak terlihat jelas di depan mata, namun dalam yakinku engkau ada.
Darimu yang belum pernah aku temui dan kita terlibat sapa, aku beroleh ilmu pengetahuan baru. Darimu yang pernah menyapaku walaupun kita belum berjumpa, aku dapat belajar hal yang baru akhirnya. Termasuk pula dari beberapa kalimat yang engkau titipkan padaku dalam waktu-waktu yang aku jalani. Sedangkan kalimat-kalimat tersebut dapat ku cerna, ku pelajari lalu ku ambil intisarinya. Kemudian aku pun membenarkannya pula ketika hatiku berkata yakin. Sedangkan kalau aku belum yakin, tolong maafkan aku yang belum mudah percaya begitu saja. Karena aku pun pernah mendapatkan pesan dari orang tua, Ibunda, Ayahanda dan beliau-beliau yang baik padaku. Salah satunya adalah, “Hati-hati di jalan yaa…” Adapun saat ini, aku sedang melangkah. Dan perdjalanan yang aku tempuh tidak dapat ku prediksi jauhnya.
Dalam menjalani kehidupan, orang tua pun pernah menitipkan pesan, bahwa “Jangan bermudah-mudah menerima kebaikan dari orang lain, kebaikan yang bisa saja tidak masuk akal sama sekali. Walaupun bagaimana, bekerjalah terlebih dahulu baru menimang hasil. Karena tidak ada hasil optimal yang kita terima tanpa jerih payah terlebih dahulu, melainkan hanya iming-iming saja. Oleh karena itu, pelajari dengan saksama ketika hatimu berdetak saat menjalaninya.”
“Use your feeling,” tambah Ibunda pula. 
Mudah bagi kita untuk mengetahui keadaan yang baik. Namun apabila kita menjalani hal-hal yang diluar kebaikan untuk kita, maka akan ada sedesir dua desir hati berbicara. Pun jantung begitu pula. Ia akan berdetak lebih cepat dan tidak biasanya. Maka dari itu, percayalah atas apa yang hadir dari dalam diri kita. Kalau tidak yakin, jangan lakukan. Dan kalau hati sudah mantap dan tiada prasangka, lanjutkan! Inilah pesan penting hari ini yang ku peroleh, teman. Hal ini berhubungan dengan catatan sebelumnya. Catatan yang kurangkai sebagai pembuka atas pengalaman pentingku. Pengalaman pertama sekaligus ku ingin yang terakhir kalinya. Bahwa tidak akan mudah bagiku untuk begitu saja menerima dan mempercayai informasi dari beliau yang belum pernah ku kenal sama sekali. Apalagi saat pertemuan suara untuk pertama kali, sudah terkesan engga benar. Ya Rabb… lindungi kami dari orang-orang yang ingin berbuat aniaya. Dan kumpulkan serta pertemukan kami dengan hamba-hamba-Mu yang shaleh ; shalehah. Agar pertemuan kami dengan beliau dapat menjadi jalan bagi kami untuk senantiasa dekat dengan-Mu. Dan kami yakin, bahwa semua penuh arti. 
Kita tidak boleh berprasangka tidak baik pada orang lain. Dan kita perlu terus optimis, bahwa orang-orang yang berhubungan dengan kita sedang menitipkan satu dua titik pesan untuk kita jadikan sebagai bahan pelajaran dan penambah pengalaman dalam menjalani kehidupan. Dan doakan beliau, agar kembali ke jalan yang benar, saat kita menemukan ada yang salah. Dan yakinlah bahwa kita sedang tidak mengumbar kejelekan orang lain. 
Kembalikan semua kepada diri kita terlebih dahulu, atas apapun yang ingin kita lakukan terhadap orang lain. Niscaya damailah diri…  
C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s