http://bobwama.wordpress.com/2009/01/17/white-collar-job/
Ada banyak juga ternyata, jejak-jejak yang menempel di lapangan penuh rerumputan kata. Hingga aku terkadang tidak dapat percaya dengan sesungguhnya. Karena aku pikir, ini hanya sarana untuk berbagi saja. Berbagi suara hati dan untaian kata yang tidak dapat mengalir melalui nada suara di sepanjang perjalanan kehidupan ini. 
Kini, hingga detik ini, aku dapat saksikan beberapa di antara jejak-jejak yang ada. Ya, mereka yang masih membekas dengan jelas, karena belum tertimbun oleh debu-debu masa. Ia pun belum bersembunyi di antara lembaran dedurian yang beberapa waktu lagi, tentu akan meninggi. Dan aku pun memperhatikan ada juga ia dan dirinya di balik kerikil dan pasir yang bertaburan dengan bebas. Aku mensenyuminya, senyum penuh dengan makna. 
Hingga sejauh ini, kita melangkah bersama, aku cukup bahagia. Semenjak aku asyik dengan langkah-langkah ringanku seraya bersiul di sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya kita berjumpa dan melanjutkan perjalanan bersama-sama. Benar, sejauh ini aku berkesan dan menemukan banyak pesan pun kenangan dari perjalanan dalam hari-hari kita. Dan setelah ku terlusuri dengan saksama, aku temukan memang, banyak aneka jenisnya yang tentu saja tidak sama. Karena masing-masing hari, memberikan satu warna yang unik pun mengenangkan. Walau terkadang, memang aku seakan tidak percaya saat menjalaninya. Dan hal itu ditandai dengan belum jelasnya jejak yang menempel di permukaan catatan. Hanya membayang. Namun dibalik semua itu, ternyata banyak pula langkah-langkah yang jelas, kuat dan membentuk lambang yang membentang dengan leluasa. 
Telapak kaki. 
Dan hingga sejauh ini, benar-benar ingin ku sampaikan padamu, teman. Terima kasih yaa. Karena engkau pun menjadi bagian dari perjalanan kehidupanku.  Walaupun untuk selanjutnya, engkau akan bertemu dengan persimpangan yang dapat engkau pilih. Sedangkan aku pun begitu. Namun dalam yakinku, kita tetap di jalan yang sejalur. Agar kita dapat lebih sering bersama-sama. Untuk meneruskan segalanya. 
Walaupun pada awal melangkah kita tidak pernah saling berjanji untuk bersama seperti ini. Namun aku sangat yakin, bahwa Ada Yang telah Menjanjikan pertemuan kita ini, di sini.  So, tetaplah melangkah, yaa. Sekalipun aku sedang not beside you. Namun yakinlah bahwa aku ada di sisimu saat engkau mengingatku, kapanpun itu. Lalu, bersyukurlah atas ingatan yang masih ada bersamamu. 

Engkau…

Ketika engkau sempatkan beberapa detik waktumu untuk berpaling sejenak, untuk mengawasi perjalananku, namun tidak engkau temukan aku sedang melangkah di samping belakangmu, maka tolong doakan aku, semoga dapat segera menyusulmu lagi. 

Aku…

Ketika aku menyadari bahwa memang langkah-langkahku belum lagi dapat mengayun dengan lekas dan gegas, maka aku berusaha dan berjuang untuk mempercepatnya dan menata agar ia terus mengayun dengan tegas. Agar aku dapat mengetahui kondisimu. 

Kita…

Saat sedang asyik dengan keriuhan suara yang berasal dari luar diri kita, semoga kita dapat segera mengimbanginya dengan suara yang berasal dari dalam diri kita. Agar, kita tidak terlalu lepas dalam mengekspresikan apa yang perlu kita sampaikan dalam nada suara. Semoga semakin merunduk adanya hati, atas kejanggalan yang ia temui. Dan dapatlah ia memetik pesan penting dari semua itu. Untuk selanjutnya, mengembalikan semua pada Pemiliknya. 

Engkau, aku, kita…

adalah bagian dari kehidupan,

sedangkan kehidupan adalah jalan yang kita tempuh untuk dapat sampai pada tujuan. 

so, selagi kehidupan masih ada, maka jalan itu pun masih ada. 

selagi kita masih ada, jalan tentu saja masih ada. 

Teruslah melangkah, bergerak dan menyusuri sisi-sisi perjalanan kehidupan ini, teman. Karena kita tidak pernah tahu, apapun, kalau kita tidak ke mana-mana. 

Dan dalam kesempatan ini, bukan berarti kita berpisah, berjarak atau tidak lagi selangkah di jalan yang sama. Namun sesungguhnya kita sedang memulai untuk menjejakkan langkah-langkah yang berikutnya. Langkah yang mungkin saja kita tidak akan pernah tahu akan dapat berjumpa lagi? Atau malah semakin mendekatkan kita. Makanya, keep on your step, yach! 
Teman…   Aku akan merindukanmu.  ^^
=== Setelah merangkai catatan ini, ku putar sound : Souljah – Hanya Ingin Pulang dan kurasakan desiran di dalam kalbu. Hu! Sendu. ===
C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s