Sampai saat ini, awal menulis paragraf ini, aku mendapat dua pesan singkat via handphone:
  1. Halo cantik! Happy Birthday ya moga banyak rezekinya, tambah dewasa, sehat selalu dan  semoga cepet nikah ya. Hehe :-)   — Aamiin ya Rabbal’alamiin. Ya, Allah, kabulkanlah doa hamba-Mu ini. Beliau yang mendoakanku sedangkan aku tidak mengetahui siapakah beliau? Aku ga tau siapa yang ngirim pesan ini. Xixii.😀 Tapi aku akan ingat selalu doa ini. Walau tak jumpa dalam temu sapa. Oia, klo pengirimnya sempat membaca catatanku ini, tentu akan sangat kecewa, yaa.  — Yoyoi tapi sory dory mory gak bisa ngado. Heu,” tentu begini jawaban beliau.
  2.  Mbak Yani Honey Bunny Sweety… Met milad yaa. Maaf aku udah ga barengan di sana lagi… Tapi masih ngedoain aj, da bisanya ngasih doa…  Mudah-mudahan diberkahi  umurnya, dimudahkan jalannya, cepet lulus, cepet ketemu  sweetheart -nya ya… plus tambah cantik ya… Luv you. Luv u… :-*  — Amiin ya Rabbal’alamiin. Ku terima doamu teman dengan sepenuhnya. Dengan harapan Allah mengabulkan doa dari seorang saudari sesama muslim kepada saudarinya yang lain. Kalau pengirim pesan ini, aku tahu. Beliau adalah eks tetanggaku nan manis sungguh romantis. Ya, saksikanlah rangkaian kalimat yang beliau selipkan di antara spasi-spasi itu. Semua manis, bukan? Ai! Baru beberapa hari yang lalu, kami berpisah. ** Bukan cerai, yaaa.. Yet Yet, namun pisah sementara. Semoga kelak kita kembali jumpa dalam nuansa yang berbeda. Kalau bukan di dunia, semoga di akhirat kelak, kita kembali bertetangga. Aku rindukan kebersamaan kita yang dulu, kembali terulang lagi. Ada hubungan persaudaraan dan kekeluargaan yang begitu berkesan selama menjadi tetanggamu, teman…
Udah. Dua aja hingga saat ini pesan yang aku terima. Dan aku ingin mengabadikannya di sini, salah satu lembaran catatan perjalananku dalam kehidupan di dunia. Agar aku mengingati bahwa ada doa yang mencurah padaku dari dalam hati pribadi-pribadi yang berada nun jauh di sana. Walaupun aku terkadang tidak menyadarinya. Dan beliau-beliau ternyata mengingatku pula. Ai! Aku bahagia. 
Eh, ketika aku lagi merangkai kalimat-kalimat di sini, tiba-tiba ada pesan masuk berikutnya. Xixii. Kalau ini dari Siti. Siti, beliau juga eks tetanggaku di kost-kostan Bapak Darsono. Kini, Siti sudah balik kampung ke Garut, kota penghasil Dodol. Banyak kenangan pula bersama Siti, semenjak kami berjumpa untuk pertama kali, bersama hingga berkali-kali, karena Siti pernah pindah dari kost-kostan tempat kami bersama untuk beberapa bulan, lalu kembali lagi. Ai! Tentu Siti kembali karena ia sangat merindukanku. Oh,… betapa aku bersyukur menjadi tetangga Siti. Adakah Siti juga? Mari kita baca beberapa kata yang Siti kirimkan baru saja. Let’s :  
  • Bundo, met milad ya! Semoga sisa umurnya makin berkah, cepet nikah and segera selesaikan skripsi. Mudah-mudahan dapat yang terbaik. Maaf ga bisa ngasih kado, cuma bisa ngucapin aja.  —  Amiin ya Rabbal’alamiin. Sitiiiiiiiii…  Yaiyaaa, Siti. Makasih yaa, engkau yang seringkali peduli, tidak segan memberiku beberapa rangkai kalimat pengingat, agar tidak lupa jadual yang perlu ku jalani. Dan kini, ketika engkau jauh di mata, masih saja mengingatkan apa yang perlu ku selesaikan. Skripsi. Xixi, InsyaAllah. Dengan dukungan doamu, Nak. Semoga cita ini berai dalam semester ini. Sungguh perjuangan yang perlu konsentrasi dalam menjalaninya. Dan semangat! Hehe. Siti. — Kapan-kapan kita naik kereta api yang seribu lagi, yuukks?
Banyak hal yang terkadang kita belum lagi menyadari. Ternyata menjadi sangat berarti bagi kita dan kita benar-benar menyadarinya, setelah ia berjarak dengan diri. Dan salah satunya adalah pedulinya seorang teman yang sangat mempedulikan kita. Aku perlahan-lahan mengembalikan ingatanku pada beberapa masa yang membuatku segera mengenali diri. Lalu menanya padanya seringkali. Tanya yang membuatnya segera mengingati. Ingat akan makna kehadirannya di dunia ini. Ah! Sudahkah ia menjadi peduli? Peduli pada sekitar? Peduli pada hal-hal yang membuatnya menjadi lebih bermanfaat dan bermakna? Karena citanya semenjak dulu memang demikian. Menjadi seorang pribadi yang bermanfaat bagi sesiapa saja di dalam hari-hari. 
Bersama Siti, aku belajar banyak hal baru. Dari seorang yang usianya lebih muda dariku, dapatlah ku jadikan sebagai salah seorang guru dalam kehidupan ini. Karena dari beliau, aku belajar tentang kepedulian. Walaupun tidak mudah dan ringan. Namun kalau kita berusaha untuk terus berlatih, belajar dan menemukan teladan-teladan di sekitar, maka kita pun mampu. Dan yakinlah bahwa kita bisa, kalau kita percaya bahwa kita bisa berarti bagi sesama. Dan arti kita tidak lagi bagi diri sendiri. Namun bagi lingkungan yang lebih luas lagi, selain diri kita. 
Dan pada detik-detik terakhir usiaku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, aku ingin menjadi seorang yang lebih bermanfaat lagi. Bermanfaat bagi diri, bagi sesama dan bagi orang-orang terdekat denganku.  Kemudian, bagi orang-orang yang dekat dalam ingatan, lekat di dalam hati, walaupun berjarak raga. Aku ingin menjadi bagian dari kebahagiaan beliau. Kebahagiaan yang memancarkan senyuman pada lembaran wajah beliau, pada saat beliau mengingatku. Kebahagiaan yang menyenangkan hati beliau, pada saat aku mendoakan beliau di dalam kesempatan terbaikku. Dan kebahagiaan buat dunia dan akhirat kami. Karena aku tidak hanya ingin berarti saat ini saja, namun hingga akhir nanti. Di alam yang berikutnya. Pun tidak hanya di dunia ini nan maya, apalagi di dunia nan fana. Beginilah salah satu harapanku untuk hari-hari yang berikutnya. Harapan yang ingin ku, agar ia menjadi kenyataan. Kalau nyawaku masih membersamai raga setelah detik ini. 
Ada pertanda kita berharga, kalau ada yang membutuhkan kita
Ada buktinya kita bermakna, saat kepergian kita menyisakan duka
Ada saatnya kita berbahagia, ketika kita bersama dengan beliau-beliau yang kita cinta. 
Lalu, kapankah terakhir kali engkau berbahagia, teman? 
Dan siapakah yang engkau cinta teman?

Cintai diri awal bahagia,
sampaikan padanya “Happy Birthday Yani…”
dan Kupu-kupu Cinta, kupersembahkan padanya,
semoga menjadi kupu-kupu yang indah yaa… 
di taman hati sesiapa saja yang mencintaimu dan engkau cintai
hingga akhir…

C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s