Ku tinggalkan sebuah masa yang aku menyadari bahwa ia tidak akan pernah kembali lagi, namun aku tinggalkan ia dengan senang hati. 
Walaupun hampir semua yang aku alami belum dapat ku pahami, namun aku bergembira dalam menjalaninya. Karena aku yakin dan percaya bahwa pasti ada hikmah dan makna yang terdapat di setiap detiknya bersamaku. Oleh karena itu, aku perlu membuka pintu hati seluas-luasnya, menyelami lautan pikir hingga ke dasarnya, dan tetap menjejak di bumi. Karena aku masih ada di dunia. Jadi, aku sadari bahwa semua ada dan berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Ketika aku sempat terpesona dengan yang aku temui dan aku masih belum mengerti dengan kehadirannya terhadapku, maka segera ku buka sebuah buku catatan. Lalu, ku selipkan beberapa kalimat berisi pertanyaan, padanya. Hal ini aku lakukan apabila aku tidak dapat langsung mengajukan pertanyaan yang hadir dari dalam diri ini. Dengan demikian, aku akan menanyakannya lagi kepada orang-orang yang lebih ahli. Apabila dalam waktu yang ditentukan, lembaran catatan yang ku tulisi belum mampu menjawab pertanyaanku. 
Engkau boleh saja menerima informasi dari sesiapa saja yang menyampaikan padamu. Namun sesuatu informasi yang hiperbola dan berlebihan tentu tidak semestinya dapat engkau percaya. Oleh karena itu, bergeraklah untuk menemukan bukti dari informasi yang engkau terima. Sebagai salah satu jalan bagimu untuk tidak bertanya-tanya lagi, atas informasi yang engkau terima. 
Apabila ada yang perlu engkau ketahui, dan ternyata engkau sangat ingin mengetahuinya, maka temukanlah orang-orang yang dapat memberitahumu. Dan yakinkan dirimu tidak sedang bertanya pada orang yang bukan ahlinya. Karena boleh jadi, orang yang engkau tanya akan bertanya kembali padamu. 
Di dunia ini, selama kita masih berada di atasnya, tidak ada seorangpun yang tidak pernah salah. Karena apabila kita mencari-cari kesalahan orang lain, maka akan banyaklah kita menemukannya. Namun aku, hanya ingin menemukan banyak kebaikan yang oranglain lakukan kepadaku dan aku sibukkan diriku dengan semua itu. Sehingga tidak ada lagi celah waktuku yang tersisa untuk menemukan kesalahan orang lain. Dengan demikian, akan mudah bagiku untuk melupakan, apabila memang ada kesalahan dari orang lain yang aku ketahui.  Bukan untuk tidak peduli, namun karena tidak ada lagi waktu bagiku untuk menemukan kesalahan orang lain. Hanya aku berpikir positif saja, lalu mengambil makna dan hikmah darinya. 
Engkau menjanjikan untuk menghubungiku lagi, setelah kita berjumpa pada suatu kesempatan. Dan memintaku untuk memberikan informasi tentang diriku, yang dapat memudahkanmu, nanti. Sedangkan aku, terus menunggumu setiap saat, berharap engkau kembali menghubungiku. Akan tetapi, penantianku mungkin tidak akan pernah berhasil, karena ternyata engkau lupa menghubungikukah?  Ah, aku yang salah, mengapa tidak ku pinta juga informasi tentangmu, sehingga aku menjadi mudah untuk mengingatkanmu, kalau memang benar engkau lupa?  Namun semua telah terjadi. Dan aku tidak dapat menyesali apa yang telah terjadi. Cukup aku menjadikannya sebagai salah satu bahan pelajaran dalam kehidupan. Kemudian ku rangkai catatan dengan tema yang sama, agar catatan tersebut menjadi jalan ingatkanku untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya. Sedangkan engkau, ku pikir sedang sibuk atau memang belum ingat, atau masih menjadualkan untuk menghubungiku lagi. 
Aku mungkin saja tidak seperti yang engkau pikirkan. Dan ternyata aku juga tidak seperti yang engkau pernah kenali. Namun yakinkanlah dirimu, bahwa memang begitulah adanya aku. Aku yang akan terus menjadi diriku dalam berbagai kesempatan terbaikku. Terkadang engkau menemukanku seperti anak-anak yang begitu mudahnya berekspresi. Lalu, dalam kesempatan yang lain, engkau memperhatikanku sedang serius dengan aktivitasku. Nah! Pada lain waktu, ternyata aku seorang yang penuh dengan kisah dan cerita ketika berhadapan denganmu, alias curhatimu melalui catatan demi catatanku. Dan pada lain waktu, tidak ada satupun informasi dariku yang engkau terima. Aku seakan tiada di bumi lagi, karena aku tenggelam dalam rutinitas yang membuatku tidak terlihat dalam kehidupan. Oleh karena itu, tetaplah memandangku sebagaimana engkau ingin memandang, dari segi dan aspek yang engkau mau. Dengan demikian engkau menjadi tahu bahwa ternyata kehidupanku penuh dengan warna-warni dan aneka corak. Dan ternyata pula, aku sedang berusaha untuk menata warna-warni yang hadir silih berganti, dengan sebaik-baiknya. Agar pada akhir kehidupanku nanti, dapat kutemukan sebuah prasasti yang terukir dengan indah, seindah langit sore tadi yang jingga keunguan, bertabur biru dan pinky. 
Hari ini, aku mungkin saja masih engkau temui. Namun entahlah dengan esok…  
C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s