Hmm… aku gak pengen ngantuk lagi malam ini. Karena tadi udah ketiduran lebih awal. Kini, hingga detak jam terdengar begitu jelas, aku sedang duduk di depan layar bercahaya. Dalam suasana yang sepi dan sunyi di sini. Hihi.. Aslinya aku mampir ke sini, cuma buat nitip sebaris dua baris catatan doang. Karena sebelumnya aku mulai merasakan mataku mulai meredup. Nah! Biar mata ngebuka lagi dengan sentosa, maka aku pun melihat-lihat dunia luar dulu, aaccch. 
Malam menjadi seakan tidak bertepi, saat ku terbangun tadi. Dengan perut yang ternyata belum ku isi. Aku sampai lupa dinner. Lalu, ku coba beranikan diri bangkit. Semoga aku masih kuat bertahan, hingga esok menjelang.

Setelah terlelap dibuaian mimpi yang aku sudah lupa lagi. Tadi aku mimpi apa, yaa. Ah, apapun mimpiku, biarlah ia berlalu.

Dari mimpi ke mimpi, ku menjalani hari. Seakan aku belum terbangun setiap pagi. Dan saat ini pun, dini hari. Aku masih seakan berada di alam mimpi. Walaupun kondisiku tidak sedang terlelap dalam tidur. Aku seakan bermimpi, ketika merangkai beberapa baris kalimat di sini. Dan aku ingin ia tidak hanya mimpi. 
Berulang sapa ku coba sampaikan pada diri ini. Tentang beraneka cita yang pernah ia selipkan di ruang hati. Cita yang salah satu diantaranya adalah menjadi bagian dari orang-orang yang segera terbangun dari mimpinya. Dan itu masih belum terjadi dan aku alami. Karena saat ini aku masih bermimpi.
Dalam mimpi panjangku awal malam ini, aku pun meneruskannya lagi. Karena aku tidak ingin terbangun kadang-kadang. Itupun kalau mimpiku indah. Namun bila mimpiku malah tak seindah yang aku inginkan, maka aku ingin terus melanjutkan bermimpi lagi. Walaupun dalam suasana terjaga, seperti ini. 
***
Alarm jam yang ku setting pukul 2.15 akhirnya ku dengar juga bunyinya. Aha! Alhamdulillah, aku sudah dalam kondisi terjaga. Padahal tidak ku rencana sebelumnya. Apakah ini merupakan efek dari pikiranku yang terus menyala? Ya, karena aku tak bisa tidur nyenyak, karena masih kepikiran dengan tugasku. Pun aku teringatkan pada ingatan yang ku ingat-ingat, atau keingat begitu saja? 
So, atas semua ingatan yang masih membersamaiku hingga detik ini, aku ingin menjaganya terus ada. Karena aku tidak mau  menjadi orang yang kehilangan ingatan. Ya, berbesar hati ku coba dan terus usaha untuk menata ingatan yang hampir setiap hari menjadi bagian dari diriku. Ingatan yang membuatku segera bergerak dan melangkah lagi.
Ingatan, atas ingatan ini, aku ingin beraikan ia dalam barisan sunyi dini hari, tentang fitrah yang tidak ingin ternodai, agar ia senantiasa suci. Agar ketika ku sampai di ujung perjalanan nanti, ku dapat mensenyuminya lalu melanjutkan langkah-langkah kaki di sisinya. Supaya tidak lagi ku jadikan ingatan ini sebagai penyulit diri atau pemberat hati ketika ia sedang menjalankan bakti. Pun, agar ingatan apapun itu, menjadi secercah cahaya yang hadir untuk menerangi ruang hati yang sebelumnya kegelapan. Dan menjadi pembuka pikir yang sebelumnya terkunci, dan pengap adanya. Ah, aku ingin terus menjaga ingatanku yang selamanya ingin ku tata. Ingatan pada secangkir teh hangat pagi hari, dan aku suka. Ingatan pada dua lembar roti tawar yang telah kutaburi dengan butiran cokelat yang merekatkannya. Ingatan pada kelezatan menu sarapan yang dapat ku santap bersama senyuman mentari pagi. Ingatan pada kebahagiaan yang terpancar dari hati yang mensyukuri setiap detik waktunya. Waktu yang perlahan pergi dan tidak akan kembali lagi. 
Aku ingin terus menjaga ingatan ini, ingatan yang menterjagakanku setiap saat aku mengingatinya. Ingatan yang selamanya membersamaiku. Ingatan yang membuatku terus berjuang untuk meraihnya, apabila ia ternyata masih berada nun di langit asa. Ingatan yang ku usaha untuk mendekatinya, ketika ia berada jauh dariku. 
Ketika antara aku dan ingatan tidak lagi berjeda. 
Maka pada saat itulah aku percaya, bahwa kami sama.

Kan ku kejar mimpi-mimpiku, hingga di dunia maya sekalipun, namun di sana aku tidak akan pernah tidur, kecuali melanjutkan mimpi-mimpiku bersamanya.

Hehe…  May…. jangan pernah tertidurkan aku di dalam lembut selimutmu, yaa. ^^ 

***
C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s