C78CFB59525D8620A655F4C0D3B966C7
Yes! Saat ini catatan kita kembali sampai pada abjad X. Xixii, seperti biasanya, memang.  Judul untuk awalan X- ini memang jarang didapat. Walaupun sudah berkeliling ria semenjak kemarin sore dan kemarin sorenya lagi (semenjak dua hari yang lalu) untuk menemukan ide, namun aku belum peroleh. But, aku sangat ingin meneruskan merangkai catatan dengan menggunakan abjad ini sebagai awal judulnya.

Adapun catatan saat ini adalah untuk menitipkan beberapa tangkai pesan dari hasil keliling-keliling tersebut, diantaranya sebagai berikut:

  1. Bahwa untuk dapat maju, maka kita hanya perlu bergerak selangkaaah lagi saja setelah kita melangkah.
  2. Agar mengerti arti dan hikmah dari berbagai keadaan yang kita alami, maka kita perlu meramu beberapa pesan yang ada di dalamnya, hingga kita tahu bahwa semua memang ada hikmahnya.
  3. Untuk dapat menemukan pengetahuan, kita perlu membaca lebih banyak. Sedangkan untuk memperoleh pengalaman, maka yang kita perlukan adalah tindakan nyata.
  4. Sebelum engkau menanyakan padaku, siapakah aku? Engkau perlu menanyakan terlebih dahulu kepada teman-temanku tentang aku. Karena engkau akan memperoleh jawaban yang sebenarnya tentangku, walaupun hanya sebagiannya. 
  5. Tentang pertemuan, ia kadang terjadi tanpa pernah kita merencana. Dan aku kerap mengalaminya. Termasuk dua hari yang berlalu itu. Awal aku melangkah untuk menemukan ide sebuah judul dalam melanjutkan catatan. Tanpa diduga dan tak berencana, akhirnya kami bersua dengan ekspresi yang saling terkesima. Siapakah beliau yang ku jumpa? Sahabat lama. Yach, sahabat lama yang diantara kami, saling merindukan. Dan kami bertemu tak terduga, di sebuah gerbang kebahagiaan. Ai! Begini ceritanya, Aku yang sedang melangkah, beliau pun rupanya sedang meneruskan perjalanan. Dan kami yang asyik dengan langkah-langkah masing-masing, meneruskan saja dengan saksama. Untuk selanjutnya, dua mata bertemu dengan dua mata lainnya, pada satu titik dengan arah yang berlawanan. Kami sedang berhadapan. Lalu, bagaimana ekspresi yang kami tampilkan? Ya, senyuman. Saling bersenyuman, seraya bersapaan, “Assalamu’alaikum… Teteeehhh,” histeria Rasma. Dari kisah tersebut, aku semakin yakin dengan pesan ini, “Jodoh pertemuan, terjadi kalau kita terus berjalan.  Hingga percaya semakin bertumbuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Yang Maha Mengatur Segalanya.”
  6. Ternyata betul? Bahwa insting berperan mengingatkan dua insan. Sebagaimana yang berlangsung pada puluhan menit berikutnya. Ketika aku dan Rasma, masih bersama. Kami sebetulnya sedang duduk pada kursi yang berbeda. Berseberangan adanya. Memang aku sedang memikirkan sebuah pinta untuk ku sampaikan pada beliau, agar berpindah duduk di sampingku. Namun belum sempat terucapkan dalam nada suara. Nah! Beliau malah udah berkomentar, “Teteh…. tadi bilang apa ke Rasma? Maaf, Rasma belum nyadar.” Sedangkan aku yang sedang melanjutkan pikir, akhirnya bertanya-tanya. Benarkah suaraku sudah sampai pada beliau, sebelum aku menyampaikannya. Di sini aku memetik pesan, “Bahwa ada suara lain yang berperan mengeratkan kita, -suara hati-. Walaupun kita belum menyampaikan dalam nada suara, namun suara tersebut dapat terdengar oleh yang perlu mendengarkannya.”
  7. Pada hari berikutnya, hari kedua petualangan menemukan ide, aku memperoleh pesan lain, “Bahwa tidak ada orang sehebat apapun yang mempunyai metode biasa, dalam menghebatkan dirinya. Namun orang-orang hebat tersebut, mengerti, bahwa jam terus berputar. Ia tidak berusaha untuk mengendalikan perputaran jam dan sibuk menghentikannya. Namun ia terus bergerak bersama detik dan detik yang mengingatkannya, bahwa sedetik berlalu tidak pernah akan kembali lagi. Oleh karena itu, ia manfaatkan setiap detik waktu, dengan hal-hal yang bermanfaat dan ia yakin itu berguna. Kalau sia-sia, ia meninggalkan dengan berani. Lalu bilang, “No, no, no with you.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s