Aku bukanlah dia juga dirinya. Karena aku adalah aku.

Aku gampang menangis seperti aku mudah tersenyum.

Aku bukanlah seorang yang terkenal, namun aku mengenal seseorang.

Aku menjadikannya sebagai mentari di hatiku.

Oleh sebab aku suka mentari. Dan mentari hanyalah satu. Itulah dia.

Dia? Siapakah dia?

Dia adalah engkau,  engkau mentari di hatiku.

Engkau, teruslah bergerak, menembus malam, membelah alam. Karena engkau tidak pernah dapat menduga, di negeri yang mana engkau menemukan pengalaman. So, teruslah berjalan hingga sampai ke tujuan.  Selayaknya mentari yang terus berevolusi, ia tidak pernah henti walaupun sejam.

Walaupun kita tidak dapat melihat sinarnya untuk beberapa jam, ketika malam. Namun yakinlah bahwa ia terus dalam pergerakannya. Untuk menyampaikan peran dan menitipkan bakti pada segenap alam. Begitu pula denganmu. Engkau yang mungkin saja belum lagi terlihat untuk beberapa kesempatan, aku yakin sedang teruskan perjuangan. Meskipun bukan di sini, teman.

Hanya lakukan yang terbaik dan engkau mau menjalankannya.  Karena setiap kita mempunyai jadwal yang tenggat waktu pencapaian. So, keep focus dan berkonsentrasilah pada apa yang sedang engkau kerjakan.

Jangan abai dengan sekitar, pedulilah pada lingkungan. Untuk menjadikan berbagai keadaan, kesempatan, kondisi dan kejadian sebagai bahan perenungan. Belajarlah dari alam. Maka engkau dapat menemukan pencerahan kapanpun engkau memerlukannya. Lalu, selipkanlah beberapa diantaranya pada lembaran catatan yang telah engkau persiapkan. Yaa.

Sang Petualang - The Origin :)
Sang Petualang – The Origin🙂 (Photo credit: M Reza Faisal)

Menjadilah sang petualang yang tidak takut terhembus angin, yang kembali bangkit saat terjatuh. Bersikaplah sepenuh hati, yang rela raganya bersimbah peluh demi mengalahkan teriknya sinar mentari. Pun, berusahalah dengan sepenuh hati, tanpa kenal lelah. Karena sepanjang kita masih berada di dunia, maka langkah-langkah kaki ini perlu terus menjejak bumi. Ia perlu kita gerakkan lebih sering. Kalau tidak di sini, ya di sana. Kalau bukan di sana, ya di mana-mana. Intinya, go around until your last step, ok?

Ups! Aku ingin menjadi sepertimu pula, teman. Engkau yang mengenalkanku pada pelosok-pelosok negeri yang belum pernah aku tempuh.  Engkau yang memperlihatkan padaku berbagai pemandangan alam yang belum pernah aku temui. Hingga akhirnya aku menyadari bahwa luasnya negeri ini, tidaklah sebanding dengan lokasi tempatku berada saat ini. Sungguh, aku ingin berkeliling ke berbagai bagian bumi yang berbeda, setelah aku di sini. Karena aku ingin mengabadikannya di dalam sisi kehidupanku pula. Tidak hanya memandangmu saja, seperti ini.

Aku, saat ini memang berada di sini. Di bawah atap yang melindungiku dari tetesan air hujan yang mulai berjatuhan. Karena di atas sana, langit yang tadi  bermendung, mulai mengelabu. Ya, tidak ada mentari saat ini. Hanya saja, aku dapat menyadarkan diri bahwa ia hadir saat ini. Dan aku sangat berkesan dengan kondisi ini.

Dari mentari, aku belajar untuk berbagi. Aku belajar menemukan teladan darinya. Ia yang bergulir tiada henti, sungguh ku hargai. Terlebih lagi ketika hujan turun membasahi bumi. Maka ingatanku terhadap mentari pun mengucur deras sekali.  Ingatan yang membasahi hingga ke ruang hatiku. Hingga ia pun menghangat seketika. Akibatnya, aku tidak lagi merasakan kedinginan yang menggigilkan ragaku, saat musim berlangsung seperti ini.  Karena aku tahu, bahwa mentari hadir untuk memberikan kehangatan pada sekitar. Pun menghangatkan ingatanku untuk segera merangkai beberapa baris kalimat di sini, setelah aku berjalan berkeliling di sepanjang pagi hingga siang ini.

***

Mati lampu yang berlangsung tadi malam, tidak menyurutkan langkah kami untuk terus bergerak. Ya, walaupun gelap di sekitar, namun kami mempunyai segudang asa untuk kami buka pintunya. Sedangkan di bagian sisinya, ada jendela yang dapat menjadi jalan bagi kami untuk dapat melihat dunia di luar sana. Hingga kami pun akhirnya sampai di ZOE.

ZOE adalah singkatan dari Zone of Edutainment. Zoe berlokasi di Jl. Pager Gunung No. 3 Bandung. Lokasinya terletak di sini. Berkunjung ke ZOE untuk pertama kalinya selama hampir tujuh (7) tahun aku di Bandung? Oh.. Hahahaa… membuatku tertawa. Bagaimana bisa?

Tawaran dari Kaito untuk berkunjung ke ZOE, aku terima dengan senang hati. Karena kami memang belum ada jadwal selanjutnya, untuk menghabiskan malam akhir pekan yang sungguh terasa panjang itu *)tanpa seseorang special di samping. Jadilah kami berjalan di tengah gelap malam, tanpa penerangan di sekitar. Gelap-gelapan, bergentayangan di sepanjang jalan, semalam. Hingga tibalah kami di ZOE, setelah lampu menyala kembali.  Karena sebelumnya sempat memutar niat untuk pulang saja. Akan tetapi, karena jodoh masih berlaku, aku pun berkenalan dengan ZOE pada dua Februari 2013, on 08.00 WIB at night.

And what happen at there?

Ada banyak buku asyik dan menarik di ZOE. Buku jadul, banyak banget. Usang tampilannya, namun unik dan bagus-bagus isinya. Aku senang berada di ZOE. Pengalaman pertama yang berkesan. Sungguh aku ingin lagi ke ZOE dalam berbagai kesempatan terbaik. Hanya untuk baca-baca saja, atau sekalian kuliner, bisa. Karena di ZOE pun terdapat cafe yang menyediakan makanan dan minuman.

Wah! Aku tidak tahu akan berapa lama lagi di kota ini. Sedangkan lingkungannya yang asri, ramah dan sejuk, belum semuanya aku kunjungi. Sungguh-sungguh aku akan menyesal sekali kalau tidak bersegera mengunjungi berbagai lokasi yang aku belum kunjungi. Padahal, keindahan yang ada di sini, menarik hati dan sangat cocok untuk mencuci-cuci mata.

Hai! Engkau yang senang berbagi, negeri manakah yang engkau pernah kunjungi, dan berkesan hingga kini? Aku ingin pula ke sana. Untuk menemukan bukti, lalu ku bagikan pula di sini. “Karena berbagi adalah salah satu kunci untuk memasuki ruang bernama BAHAGIA.”  Agar ia menjadi prasasti atas jejak perjalanan diri, di dunia ini.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s