Be-You

Setelah terpuruk terperosok meluncur ke lembah, engkau bangkit lagi, mendaki dan merayap!

Setelah melow memelodi melebay, engkau semangat lagi berhasrat dan tersenyum…🙂

Engkau tertawai dirimu sendiri, setelah engkau sadar lagi.

Engkau senyumi sikap dan perilakunya yang membuatmu malu sendiri,

Engkau, engkau tetaplah dirimu.

Aku suka gayamu.

Seperti yang terjadi pagi ini. Dalam desakan jiwa yang membuatmu ingin segera menumpahkan ekspresi  *)eits! Mau nangis lagi yaaa… hahhaahaaa😀😀😀 , engkau malah hadir ke sini. Lalu, merangkai beberapa bait kalimat untukku. Aku? Siapakah aku bagimu? Hingga engkau rela-rela datang ke hadapanku, padahal kita bukan siapa-siapa yaa?

Terus ku bertanya siapakah dirimu. Engkau yang ku temui di jalan ini, lalu kita melangkah bersama hingga detik ini. Engkau yang tidak ku kenal sebelumnya, kini menjadi begitu akrab denganku. Engkau yang membawaku ke ruang-ruang tak bersekat. Engkau yang mengajakku untuk ikut denganmu. Bagaimana bisa, aku terbujuk oleh imbauanmu? Kalau saja aku tidak mengenalmu selekat ini.

Engkau yang kembali bangun setelah lama terlelap,

Engkau yang membangunkanku ketika aku dalam nyenyakku,

Engkau yang menarik-narik jemariku untuk segera membersamaimu,

Engkau memberikanku kesempatan untuk meneruskan perjalanan kita,

Agar kita pun tahu, bahwa kita pernah bersama seperti saat ini,

kebersamaan yang perlu kita abadikan mewujud prasasti,

Wahai, aku mencintaimu sungguh dan sangat, sure!

Belum pernah aku berjumpa dengan seorang saja, sebagaimana dirimu menurut pengetahuanku. Atau barangkali aku sudah amnesia? Jadi tidak lagi mengingat segalanya?

Namun kini, dalam sadarku bergenggaman erat denganmu. Genggaman yang tidak lagi akan pernah kita lepaskan. Karena bersama kita selamanya, bisa hadapi tantangan demi rintangan yang menghadang di hadapan, ketika kita sedang menempuh jarak menuju cita.

Aku tahu bahwa engkau sahabatku. Makanya, just be you, oke? Kalau engga, maka aku tidak akan mau membersamaimu lagi, seperti ini. ;) 

*)episodemengancamdirisendiri.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s