Negeri-negeri itu sungguh memikat. Ingin ku berada di dekatnya dan berpijak di atas tanahnya. Negeri yang dalam ingatan menjadi semakin akrab.  Sebut saja namanya Nigeria, Maroko, Prancis, Kanada, Cina, Peru, Taiwan, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk satu negeri yang saat ini aku sedang bersamanya, Indonesia.

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keindahan. Berbagai pelosok yang ada di negara ini, penuh dengan daya pikat Sehingga aku sangat ingin mengelilinginya lebih utuh. Ai! Aku betul-betul sangat ingin berkelana di antara banyak pulau yang membentang di alamnya. Bahkan beribu-ribu jumlahnya. Mulai dari yang kecil-kecil, yang besar hingga pulau yang paling luas. Sungguh, aku pingin.

Dari banyak pulau yang terdapat di negara Indonesia, terdapat lima buah pulau yang besar. Adapun pulau-pulau besar di Indonesia terdiri dari Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Pulau Irian dan Pulau Jawa.  Nah! Saat ini, aku sedang berada di pulau Jawa, lho… hohoo.😀

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, aku akan berada di pulau Jawa. Hingga saat ini, tidak terasa sudah hampir tujuh tahun aku bersamanya. Ahaaa….😀 Oiyaaa? Berhitung angka, aku baru saja. Dan aku terkaget sungguh terpesona.

Angka yang bukan sedikit jumlahnya, tentu saja. Angka tujuh yang menjadi salah satu penanda, tentang lama waktu yang aku habiskan di sini. Pulau Jawa, tempat aku meneruskan mimpi-mimpi yang pernah hadir di dalam hati. Dan di sini, di pulau ini, aku sedang meneruskannya lagi. Agar, beberapa di antara mimpi-mimpi tersebut dapat menjadi prasasti dalam perjalanan kehidupanku di dunia ini.

Tujuah taun lamonyo ambo marantau…

Lah jauh pulo badan bajalan…

Basuo kelok, lurah jo bukik…

Mandaki gunuang ado sakali,

Manglayang, di tahun duo ribu sapuluah.

Cuuuppppssss…!

Aku yang awalnya anak rumahan, kini menjadi jarang pulang ke rumah. Karena sangat jauhnya jarak yang membentang antara aku dengan rumah. Ya, karena rumahku, kami dan keluarga, berlokasi di pulau yang berbeda, pulau Sumatera. Hingga akhirnya, hanya beberapa hari saja aku berada di rumah, setelah meninggalkannya selama bertahun-tahun. Ya, betul. Setelah dua tahun merantau, balik ke rumah tidak sampai sepuluh hari, kemudian kembali lagi.  Dan pulau Jawa adalah negeri terjauh yang aku kunjungi hingga hari ini.

Yeps. Baru sampai di pulau ini aku merantau, teman.

Berada di pulau Jawa, untuk meneruskan cita, impian dan harapan, memang belum pernah terbayangkan olehku semenjak mula. Hanya saja, cita ini mengembarakanku hingga di sini.  Sungguh, hampir setiap hari aku bertanya, “Kok bisa, yaa.”

“Ya, apa sih yang enggaaaaa… Kalau ALLAH berkehendak,” jawab bagian diriku yang lain.

Akhirnya, kami pun bersenyuman. Karena sama-sama menyadari, bahwa kami berada di sini, untuk saling mendukung.

Satu hari, dua hari, tiga hari, kami lewati dengan kebersamaan. Hingga sampai saat ini, sudah beribu-ribu hari yang kami jalani. Hari-hari yang mengajarkan kami bagaimana cara menanggapi setiap hal yang sesungguhnya tidak pernah kami bayangkan. Hari-hari yang menjadi jalan sampaikan kami pada ingatan terhadap kampung halaman nun yang saat ini jauh di mata.

Ai!

Jauh jarak yang membatasi pertemuan kami, pun terdapat sebuah selat. Selat Sunda. Nah! Ketika aku sempatkan waktu untuk memperhatikan peta dunia pada awal malam ini, ternyata selat Sunda merupakan sebuah titik dari seluruh benua yang ada. Dan akhirnya aku sadar, bahwa masih banyak lagi negeri-negeri yang sekiranya takdir menyampaikan, aku pun akan berada di sana. Kapan yaaa? Bisa menjejakkan kaki-kaki ini di sepanjang jalan di dekat tembok besar Cina?

Aku membawa ingatan pada negeri-negeri yang berbeda, lalu memperhatikan di mana aku berada saat ini. Sungguh, ternyata kami masih berjarak. Dan aku sangat yakin, sungguh dan sempurna, bahwa segalanya mungkin terjadi, apabila Allah mengizinkan.

Tentang aku dan kehidupanku lima tahun yang lalu? Aku  belum membayangkan akan berada di sini. Dan ternyata aku sekarang ada di sini. Di manakah aku?

Dan apa yang aku bayangkan dapat terlaksana pada lima tahun yang akan datang, benarkah akan menjadi kenyataan? Sungguh ingin terus ku menjaga cita ini. Agar, setiap kali aku terbangun pagi hari, aku kembali bersemangat. Karena aku masih mempunyai harapan, cita dan impian yang ingin aku jadinyatakan. Dan salah satunya adalah cita untuk menjejakkan kaki di berbagai negeri yang menurutku sangat memikat.

Bahagianya yaa, apabila kita dapat mencapai apa yang kita pernah rencana. Bahkan lebih berbahagia lagi apabila dibandingkan dengan menjalani kenyataan terhadap keberadaan kita saat ini. Keberadaan di sebuah pulau yang sebelumnya tidak ada di dalam ingatan. Jangankan untuk mengingat, membayangkan saja belum sempat.

Dan saat ini, saya ingat semua yang sedang saya jalani. Ingatan yang membuat saya segera bersujud syukur sepenuh hati saat menyadari keberadaan diri ini. Mengingat jauhnya jarak yang ia tempuh untuk dapat sampai di sini. Dan mengingat sesiapa saja yang berkontribusi untuk keberhasilan saya hingga sampai di sini. Oleh karena itu, saya ingin terus mengenal diri, tahu diri dan menyadari makna kehadirannya di sini, hingga saat ini.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s