masjid-raya-xi-an-di-kota-chang-an-xi-an-_120811210819-891
Masjid Raya Xi’an di Kota Chang’an (Xi’an), Provinsi Shaanxi, Cina.

 

Tadi siang, aku jalan-jalan ke Gramedia Merdeka. Sekitar pukul dua siang, aku sudah sampai di lokasi. Lalu, aku pun menaiki tangga yang menghubungkanku dengan beberapa lantai berikutnya. Sedikit berlari, bukan karena terburu-buru. Namun, karena pengen aja.

 

Tidak berapa lama setelah berkeliling-keliling diantara buku-buku yang tersusun rapi, tiba-tiba ada yang menarik perhatianku. Ya, apa lagi kalau bukan sebuah lembaran tebal bertulisan, berikut gambar-gambarnya. Setelah aku perhatikan dengan saksama dan membaca judulnya, ternyata lembaran tersebut adalah kumpulan pengalaman dari penulisnya.

 

Dari banyak lembaran yang ada, aku membalik satu persatu. Aku perhatikan saja gambar-gambar yang ada, seraya membayangkan bahwa aku sedang berada di sana. Di beberapa negara yang berbeda, wahai indahnya.

 

Keasyikanku pun buyar, setelah akhirnya dua bola mata ini tertuju pada sebuah tulisan. Xi’an. Ya, Xi’an adalah sebuah kota yang terdapat di Republik Rakyat Cina. Dan kota tersebut adalah salah satu lokasi tujuan beliau yang menulis kisah perjalanan.

 

Xi’an?

 

Hmmmm… segera pikirku berpetualang untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang hadir dalam pikiranku.

 

Xi’an?

 

Aku pernah berakrab ria dengan satu kata ini, sebelumnya. Dan aku yakin, bahwa aku pun pernah merangkainya dalam susunan huruf, sebelum akhirnya kembali membaca, tadi siang.

Lalu, kapan dan di mana yaa?

 

Hoooo…. iiyaa, lama-lama aku pun teringatkan. Yes. Aku pernah bersamanya beberapa hari yang lalu. Tepatnya ketika kami memproses dokumen untuk melengkapi administrasi saat melakukan importasi dari kota tersebut. Hehee.

 

Kemudian, ingatanku pun meneruskan perjalanannya. Perjalanan yang ingin ia tempuh pula. Perjalanan yang tidak hanya berada di dalam ingatan. Namun, raga ini ingin ia bawa pula berada di sebuah kota bernama Xi’an, di Republik Rakyat Cina, pada suatu ketika.

 

Aku mendamba berada di sana, sudah sejak lama. Dan siang tadi, ingatan akan dambaan tersebut kembali terungkit.

 

Aku pun segera bangkit dari penerawangan arah pikir. Kemudian meneruskan membalik lembaran demi lembaran kisah perjalanan sang penulis. Ai! Lembaran istimewa yang menjadi jalan bagiku untuk meneruskan cita. Bahwa ternyata, jejak-jejak langkah yang terus kita ukir dapat menjadi jalan sampaikan kita pada tujuan. Dan memang, ada kemungkinan bagi kita untuk dapat pula berada di sana, Xi’an.  Aamiin ya Rabbal’alamiin.

 

Lalu, apakah yang menarik di Xi’an? Mari kita cari-cari informasi di sini, yuuukkss..? <<– Sumber Picture.

 

🙂🙂🙂

 

 

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s