Januari 2013

Asyiik, kini aku punya aplikasi mainan baru. Hohoo.

Semenjak ini lepi dipinjem teman, ada perubahan dengannya. Ada yang tidak biasa, ku lihat. Lalu, mengutak-atik beberapa tampilannya, membuatku segera tersenyum.

Adapun adanya program –Microsoft Office Publisher 2007– membuatku dapat merangkai beberapa kalimat dalam sebuah catatan yang akhirnya menjadi sebuah gambar. Lalu di dalam gambar tersebut sudah ada juga gambar yang lain. Ya, seperti yang terlihat pada catatan yang posted sebelum ini. Dan aku senang.

Hingga saat ini, aku kembali menyadari bahwa, apapun itu, kalau masih baru pasti akan menjadi kesan. Dan kehadirannya membawa pesan yang sangat berarti. Sure. Dan sudah berulang kali aku menyaksikan, menjalani, juga mengalami pengalaman yang seperti ini. Baik dari pengamatan dari sekeliling, maupun atas pengalaman yang benar-benar aku alami.

Akibatnya, waktu yang kita pergunakan dengan permainan yang baru, menjadi tidak terasa. Tiba-tiba saja sudah sejam sampai dua jam kita berada bersamanya, oh.., benar, bukan?

Dan baru saja, aku belajar tentang cara merangkai beberapa buah gambar di dalam tampilan selembar kalender. Ya, ternyata begini cara menyusun kalender? Hehhee, aku baru tahu.  Nah! Atas kebarutahuan ini, aku pun tersenyum.

😀

***

Kita tidak pernah tahu, tentang apa yang akan kita lakukan beberapa detik yang akan datang. Pun kita tidak pernah tahu apa yang akan menjadi bagian dari pengalaman kita esok hari. Dan selamanya kita tidak akan pernah tahu, kalau saja saat ini kita tidak bersegera mencari tahu.

Adapun atas hal-hal yang belum kita ketahui, dan kita perlu mengetahui, maka kemauan dan kerelaan untuk belajar akan menjadi jalan bagi kita untuk tahu. Lha, tidak hanya sekadar tahu, namun kita perlu memahami, menjalani lalu berubahlah ia menjadi salah satu pengalaman penting.

Ada pengalaman yang untuk mendapatkannya, kita perlu berangkat ke negeri yang jauh terlebih dahulu. Kemudian kita menemukan pengalaman di sepanjang perjalanan yang kita tempuh sebelum sampai ke negeri yang sedang kita tuju. Namun ternyata ada pula pengalaman yang datang kepada kita, tanpa kita minta terlebih dahulu. Itulah anugerah dan nikmat yang sangat berharga.

Siapakah yang dapat menyampaikan pengalaman kepada kita, tanpa kita perlu menjemputnya? Lalu, siapakah yang memperoleh pengalaman dari kita, sekalipun kita tidak menyampaikannya? Itulah salah satu hal penting yang sebelumnya tidak selalu dapat kita rencanakan.

Terkadang, dari hasil berinteraksi dengan beberapa orang yang baru kita kenal, kita akan bertemu dengan pengalaman baru. Dan pengalaman tersebut membuat kita ingin terus menemukan pengalaman-pengalaman yang berikutnya. Wahai, betapa indahnya kehidupan yang sedang kita jalani, apabila setiap detiknya merupakan proses demi proses untuk menemukan pengalaman yang berbeda, yaa.

Di saat kita merencana untuk belajar, terkadang kita menemukan beberapa rintangan di sepanjang perjalanan. Namun seringkali kiranya, kita menemukan bahan pelajaran, padahal kita sedang tidak dalam kondisi siap untuk belajar. Nah! Apakah yang engkau pikirkan tentang hal ini, teman?

Walau dalam kondisi yang bagaimanapun, kesiapan kita dalam menerima bahan pelajaran sangat menentukan bagaimana sikap dan tanggapan kita saat menjalaninya. Sedangkan para pelajar yang senantiasa dalam kondisi siap kapanpun dan di manapun untuk belajar, maka ia merupakan seorang yang beruntung. Mengapa beruntung? Karena ia tidak akan pernah meng-o-mel saat ada yang menanya padanya. Pun tidak langsung pa:tah semangat apabila ia menanya namun belum ada jawaban. Intinya, pelajar yang senantiasa dalam kondisi siap untuk belajar, akan kembali memikirkan dengan matang. Bahwa di sebalik apa yang sedang ia jalani, pasti ada bahan pelajaran yang sedang mendekat padanya.  Sehingga ia pun menanggapi dengan sebaik-baiknya.

Apapun yang sedang berada di sekeliling kita, semuanya bermakna. Bagaimanapun kondisi yang kita alami, semuanya berarti. Ya, karena tiada satupun yang menimpa kita selain hanya menjadi jalan bagi kita dalam mengenali makna yang ada di dalamnya.

So, sudah siapkah kita untuk menjadi pelajar yang siap sedia setiap saat?

Ai! Just remember that there is ALLAH at there, where we are, and with whom we make an interaction.

Semoga Januari yang hanya tersisa beberapa hari, dapat kita jadikan sebagai pemula untuk menjadi pelajar yang baik. Pelajar yang tidak mesti berada di dalam ruangan bersama seorang guru yang sedang menjelaskan bahan pelajaran. Namun ketika kita sedang berada di alam-Nya,  maka sesungguhnya di sana kita sedang belajar banyak hal.

Belajarlah dari seorang Bapak yang sedang berjuang menarik gerobak berisi banyak barang-barang bekas, dan itu berrraattt… !! Lalu, pandanglah apa yang engkau anggap berat saat menjalaninya. Bukankah engkau akan merasakan lebih ringan seketika itu juga?

Belajarlah dari beberapa orang Ibu yang sedang beraktivitas dengan seluruh raga beliau yang mulai menua. Lalu, perhatikanlah dirimu, engkau yang masih sehat raga dan dapat melangkah dengan gerakan gegas. Maka engkau akan kembali bersujud dalam syukurmu. Bahwa engkau mempunyai raga yang bugar dan segar.

Belajarlah dari anak-anak kecil yang belum dapat menyuap makanannya sendiri. Dengan demikian, ia tidak akan merasakan bagaimana lezatnya menu masakan selain hanya memandangnya saja. Lalu, kembalilah kepada dirimu. Engkau yang dapat merengkuh, meraih, bagaimana bisa, tidak bersegera? Ya, saat melahap menu berupa rezeki untukmu. Hummm.. iya, paragraf ini khusus buat yang ga semangat makan, nie. Hehe, padahal menunya ada.

Belajarlah pula dari beberapa orang yang sedang berada di perempatan jalan. Beliau-beliau sedang mendendangkan beberapa lirik lagu. Ai! Sungguh semua yang sedang kita pandangi, merupakan bahan pelajaran untuk kita petik dan kita catat dalam keseharian. Agar, bahan pelajaran tersebut, dapat kita baca lagi kapan saja. Sehingga kita pun segera teringatkan. Lalu mengetahui bagaimana cara memberikan sikap, kapan saja, bersama siapa saja, dan terhadap siapa saja.

Apabila bahan pelajaran datang pada saat kita belum siap untuk belajar, semoga kita segera teringatkan, bahwa waktu belajar telah datang. Dan kita pun bersegera meraih catatan apabila ada hal-hal yang kita tidak ingin apabila ia terlewatkan. Lalu, menanya pada sesiapa yang menjadi jalan sampaikan bahan pelajaran pada kita, apabila ada diantaranya yang belum kita ketahui.

Nah! Ketika kesempatan bertanya, ingatlah lagi bahwa hanya kepada yang kita yakin dan benar-benar percaya dapat memberikan jawabanlah, ajukan pertanyaan. Karena bisa saja, engkau malah akan memperoleh pertanyaan lagi, apabila engkau bertanya pada yang bukan ahlinya. Ya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s