Oooddyy-001Sebuah kalimat yang aku baca dalam susunan ala sms, pagi ini membuatku tersenyum. Senyuman yang terukir dengan segera, karena aku pun segera teringat pada sesosok wajah yang memfavouritekan kalimat tersebut pada profile beliau. Dan aku segera berpikir. Betulkah ini yang membuat beliau dapat memberikan warna terhadap lingkungan?

Terkhusus aku, setiap kali berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan beliau, Oddy, dapat dipastikan di dalamnya ada senyuman. Ya, kalau bukan aku yang memulai tersenyum terlebih dahulu, pastilah Oddy yang mengawali.

Dan apa yang seringkali kami jalani, membuatku segera memahami, mengapa beliau terlihat sungguh penuh dengan ekspresi. Ada-ada saja yang membuat kami tergelak dalam tawa pun canda tidak bertepi. Setiap kali berkomunikasi. Kalaulah bukan aku tertawa bersama beliau, tentu aku sedang menertawai diriku sendiri. Ini terjadi setiap kali satu sosok wajah laki-laki termuda dalam keluarga kami, hadir dalam ingatanku.

Apa sebab?

Karena benar, setiap kita itu unik, berbeda dan tidak akan pernah dapat sama dengan orang lain. Dan semua itu menjadikan kita perlu menyadari tentang keberadaan diri kapanpun dan dimanapun saja. Sehingga tidak ada lagi kesempatan bagi kita untuk membanding-bandingkan atas apa yang sedang kita jalani dengan sesiapa saja. Termasuk dengan Catchy sekalipun. Oia, kucing rumahan di kost-kostan kami bernama Catchy, sudah melahirkan lagi, lhooo…  kemarin. Hohooohoooo…😀

Oleh karena adanya perbedaan itu, maka kita perlu terus menerus menata ingatan, hati dan raga. Agar kita mau dan mampu untuk berdiri tegak di atas kaki ini dengan mengangkat kepala lurus saat berdiri dan melangkah. Lalu, cukup-cukup dan cukup hanya ALLAH Yang Memandang kita mulia di hadapan-Nya dalam segi ketaqwaan. Sebagaimana telah ALLAH jelaskan dengan indah di dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al Hujurat [49]: 13)

Semoga ayat tersebut menjadikan kita ingat akan arti penting kita di hadapan-Nya.  Pun menjadi jalan yang kembali bangkitkan kita atas apa pun yang sedang kita jalani saat ini, bersama insan hamba-hamba-Nya.

Yap! Oddy, teruslah nikmati hidupmu dengan tanpa membandingkan dengan orang lain. Karena hidup yang kesempatan waktunya hanya sementara ini, tidak akan dapat kita jemput lagi, kalau ia sudah berlalu. Walaupun sedetik saja. Dan hingga saat ini, sudah berapa lamakah engkau berada di dunia ini, wahai adikku sayang…

Ai! Kita yang sedang berjauhan raga, ingin menatap kedua bola matamu yang berkelipan. Untuk ku baca jawaban yang engkau sampaikan. Hehehheee.😀

Oia, Oddy, ketika engkau sempat lagi mampir di halaman ini, pada saat ini. Maka catatan Uni saat ini adalah bagian dari janji beberapa hari yang lalu. Untuk memprasastikan ingatan terhadapmu. Dan ini berarti daftar waiting list sudah tidak berlaku lagi. Karena ia telah berlangsung. Semoga sampai padamu, ya adik Uni. Xixiii.

Hmmm, pada satu hari yang bersejarah ini, tetap mengalir rangkaian harapan untuk masa depan Oddy yang lebih baik. Teruslah berjuang, engkau tidak sendiri. Selagi jalan masih membentaaaang, di sana ada kasih sayang Ibunda. Okkeyyy, hanya ingat itu. Ketika engkau sedang merindukan beliau. Hahaa, dan tersenyumlah.

Orang lain bukan dirimu, pun engkau. Engkau adalah dirimu yang berhasil menjalani kehidupan dengan bantuan doa-doa terindah dari orang tua kita. So, ingat selalu nasihat beliau ya, dengan tidak pernah mengabaikan orang lain di sekeliling kita. Karena tanpa beliau semua kita bukan siapa-siapa. Dan bersama orang lain, kita dapat mengenal siapakah kita yang sesungguhnya.

Boleh engkau bergaul dengan sesiapa saja, namun pergaulan tersebut perlu dapat menjadikanmu lebih baik dari dirimu yang dulu. Ya, engkau yang hari ini kembali jalani hari baru dalam usia yang sudah berubah, dapat menjadikan hasil pergaulan sebagai bahan pelajaran. Kemudian senantiasa memetiknya sebagai buah dari pengalaman, untuk engkau jadikan sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan kehidupan yang seterusnya.

Perjalanan yang singkat ini, kita tidak pernah tahu berujung di mana. So, tetap jaga langkah, dengan upaya yang terbaik. Agar keselamatan menyertai dalam iringan senyuman yang menemani hingga ke akhirnya nanti, entah kapan.

Menjadilah seorang yang paling bertaqwa, agar engkau mulia di hadapan ALLAH. Dan jadikan sebagai penguatmu dalam menempuh kehidupan. Lalu, apakah ciri-ciri orang yang paling bertaqwa? Berikut, salah satu bahan bacaan yang dapat kita nikmati untaian indah bahasanya.

Bismillah, the first verse of the first "...
Bismillah, the first verse of the first “sura” of the Qur’an, bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. (Photo credit: Wikipedia)

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S Al Baqarah [2]: 2-5)

Ingin tahu lebih banyak tentang taqwa itu seperti apa? Bukalah Al Quran, baca dan pahamilah isinya. Di sana engkau akan menemukan banyak sangat pencerahan. Pun jawaban demi jawaban dari pertanyaan yang seringkali hadir dalam pikiran. Ya, boleh dan mesti kapan saja, yaa. Inilah salah satu pesan, sebagai kenang-kenangan, hadiah hari ini. Karena tiada hadiah yang terkirimkan berupa benda yang paling berharga sekalipun. Hanya saja, ingatan ini membuat kita perlu terus berteman dengan Al Quran. Agar kita dapat menjalani kehidupan dengan kenikmatan terindah.

Oks.!??

Bersama-sama kita memulai apa yang belum kita mulai, saat ini. Berjuang kita untuk memperbarui dan mendekorasi hari-hari dengan rajin dan teliti. Hingga sampai saatnya tiba, kita dapat menitipkan senyuman pada sesiapa saja yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Senyuman yang kita persembahkan dengan sepenuh hati. Sebagai bukti, bahwa kita memang tiada bandingannya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s