Engga, itu ga asli, bukan darah...
“Eiii, lihatlah, bibirku berdarah,” kata Teh Bella. “Aku jugggaaa,” tambah Teh Feni.

Ketika satu persatu pinta asa di dalam jiwa mewujud nyata, maka tersenyumlah teman, ya tersenyumlah. Tersenyumlah dengan lepas, lalu ekspresikan dengan jelas.

Hm, kapan terakhir kali engkau dapat berekspresi dengan lepas bersama angin yang bertiup sepoi di sekitaran, teman?  Tiupannya membawamu menarik kedua ujung bibir lebih lebar ke samping kiri dan kanan secara bersamaan, dengan gegas. Lalu, engkau pandangi wajah-wajah yang sedang berada di sampingmu dengan sempurna. Engkau menikmati kebersamaan dengan sepenuhnya.

Kapankah, ya kapankah?

Saat tidak ada lagi jarak yang memisahkan engkau dengan alam. Dan pada waktu yang sama, engkau begitu dekat dengannya. Hijau pepohonan dengan dedaunan yang melambai-lambai tertiup angin bersemilir, terlihat dari kejauhan. Sedangkan pohon-pohon pinus yang berjejeran sungguh rapi, terlihat sedang mensenyumimu. Engkau yang sedang berkumpul bersama para sahabat, berekspresi bersama tetesan blackberry juice  di bibir.

Segeeeeerrrr…!

Pagi yang menyisakan sebuah kenangan terindah di dalam hatiku. Ketika kami bersama berekspresi, masih teringat hingga kini. Ditambah lagi dengan manis bercampur dingin merupakan perpaduan rasa yang tidak akan pernah terlupakan olehku. Blackberry juice itu menggoda. Dan aku ingin menyeruputnya lagi. Untuk merasakan setiap tetesnya di ujung dan permukaan lidah ini.

Mmmmmmmm… so sweet!

Manis yang tidak ada bandingannya pada saat itu. Kecuali oleh senyuman para sahabat yang berada di samping kiri dan kananku.  Manis itu ingin selalu ku kenang sebagai bagian dari kebersamaan kami.

Ssrrruuuuuppppttttttt…??! Sssrrruuuuupppptttt….??!

Saat sedang menikmati kelezatan setiap tetesannya, aku mendengarkan ada suara-suara aneh di samping kananku. Lalu, aku pun berpaling dan menoleh mencari-cari sumber suara. Dari manakah asalnya? Aahhahaa😀 Setelah berjuang dengan semangat ’45, akhirnya bertemulah sumber suara. Ternyata dari samping kananku. Aku menyaksikan Teh Bella sedang asyik dengan tetesan terakhir di gelas yang telah berubah menjadi ungu itu. Hohooohoooo…, aku hanya bisa tersenyum menyaksikan. Seraya melanjutkan santapan dan seruputanku pula.

Ssyyrruuuuuuupppptttt….??!

Aktivitas ini berlangsung sampai memang benar-benar tiada lagi tetesan terakhir yang tersisa di gelas kami masing-masing. Karena ternyata kentalnya betul special. Dengan harga hanya Rp 10.000,-/glass, kita dapat menikmatinya seraya menyaksikan pesona alam yang syahdu sepoi-sepoi di sekitar Warung Bandrek, Bandung pada pagi hingga sore menjelang malam hari.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s