Tanggal tiga puluh satu tahun dua ribu dua belas, aku sibuk di sini. Xixxi. Entah mengapa, intinya adalah untuk menemukan suasana yang baru.

Selain itu juga menitipkan beberapa barisan kalimat. Karena tidak ada acara keluar kota, apalagi keluar rumah hingga saat ini. Namun, adanya acara keluar dari kebiasaan lama, menuju kebiasaan baru. Karena tidak biasanya aku begini selama di kota ini. Ya, kalau hari libur telah datang maka aku sangat suka berkeliling ria di sepanjang jalan kota Bandung. Hanya untuk melihat-lihat keadaan alam, atau berkunjung ke beberapa lokasi yang sudah biasa aku kunjungi. Namun kini, tidak.

Kini, aku sedang merancang hari esok menjadi lebih baik lagi. Hari esok yang akan aku jalani, bukanlah hari kemarin yang menyisakan kisah tersendiri. Namun hari esok adalah sebuah rahasia Illahi. Akankah esok aku masih ada di muka bumi untuk menitip beberapa jejak diri? Ataukah hari ini merupakan detik-detik terakhir? Wallaahu a’lam bishshawab.

Namun ada satu janji yang sedang aku ukir saat ini, tentang hari esok yang akan aku jalani. Aku perlu mengukir senyuman yang lebih indah lagi bersamanya. Ya, senyuman secerah sinar mentari pagi hari. Seperti ini… –>🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s