Aku senang mempunyai teman yang baik. Hehee, kebaikan yang membuat aku segera mengenali siapakah aku? Dalam pandanganku, teman yang baik itu tidak mudah menemukannya. Karena ia ada diantara banyak teman yang kita punya. Namun, kebaikannya terlihat jelas walaupun ia sedang berada nun jauh di sana.

Aku bahagia saat bersama dengan teman yang baik. Bersamanya aku merasa terjaga karena ia menjaga. Sungguh tidak mudah menemukannya. Namun saat aku bertemu dengannya, aku seakan menemukan jawaban dari pertanyaanku sendiri. Jawaban yang bukan dalam susunan nada suara, namun berupa sikap dan tingkah laku nyata. Aku bersyukur.

Terlalu lama waktu yang aku perlukan hanya untuk menemukan seorang teman yang baik. Namun saat ia benar-benar sedang berada di hadapan, maka menjaganya selalu ada merupakan pilihan terbaik. Karena dalam yakinku, seorang yang baik tetaplah baik. Walau di manapun ia berada. Begini aku meyakinkan diri. Ketika pada suatu kesempatan, ia mempertanyakan kondisi sang teman.

Semoga engkau senantiasa berada dalam lindungan dan kebaikan-Nya teman, di setiap tempat yang engkau datangi. Termasuk lingkungan pergaulan yang saat ini sedang melingkupimu. Hanya yang baik-baik saja, yaa. Karena aku tahu siapa engkau yang sesungguhnya.

Aku yang merasa sangat beruntung ini, ingin menjagamu selalu ada dalam bagian perjalanan kehidupanku. Agar, pada suatu hari nanti ada yang menanyakan padaku tentang seorang teman yang membaiki, berbuat baik dan menitipkan kebaikan padaku, maka aku akan segera mengingatmu. Lalu aku sampaikan pada beliau semua bahwa teman yang aku maksudkan adalah engkau. Engkau teman baikku.

Selama gerbang hari masih membuka dan atapnya adalah langit yang sama, maka aku akan terus mengingatkan diri ini bahwa engkau baik. Bertepatan dengan hadirnya senyuman dari wajahku akupun merangkainya menjadi barisan kalimat. Kalimat-kalimat yang mensenyumkan kita. Agar engkau pun tahu, bahwa engkau sangat berharga. Kehadiranmu penting dan memberi arti bagiku.

Teman, selama ini aku mencarimu. Bertanya aku kian kemari, termasuk pada rumput yang bergoyang tertiup angin nan semilir. Hingga akhirnya aku pun bertemu denganmu pada jalan yang sedang kita tempuh. Aku bahagia hingga saat ini. Terlebih lagi saat mengingat, siapa dirimu. Engkau yang mulanya asing bagiku. Namun kini, asing kalau aku berkata tidak mengenalmu.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s