They're Coming to Take Me Away, Ha-Haaa!
They’re Coming to Take Me Away, Ha-Haaa! (Photo credit: Wikipedia)

Catatan saat ini, bukanlah tentang ekspresi yang sama dengan judul di atas. Bukan pula menyiratkan tentang tawa yang berkepanjangan, apalagi tidak berkesudahan. Bukan, bukan tentang hal itu. Namun, di dalam jeda waktu hingga catatan ini terbentuk, memang ada tawa yang menghiasi hari-hariku. Ya, tepatnya semenjak kehadiran seorang eks penghuni kostan ini.

Beliau bernama Despita. Despita yang berasal dari pantai utara pulau Jawa, tepatnya Indramayu.  Despita pernah bersama dengan kami di sini, semenjak beberapa tahun yang lalu.  Hingga akhirnya, beliau pun memilih untuk kembali ke kampung halaman tercinta, setelah menamatkan pendidikan di kota ini.

Sudah berlalu beberapa bulan lamanya, semenjak Despita tidak lagi di sini. Hingga akhirnya, kami kembali jumpa tepat dua hari yang lalu. Despita berkunjung semenjak hari Selasa. Dengan tujuan untuk bersilaturrahim, pun menyelesaikan administrasi pendidikan termasuk pengambilan ijazah.

Despita baru sampai di kostan pada sore hari menjelang malam, Selasa lalu. Dan malam-malam tersebut, kami habiskan dengan bertukar kisah selama jarak membentang di antara raga-raga kami.

Despita, kini beliau telah berubah. Beliau telah berjilbab. Dengan memandang perubahan ini, aku menjadi teringatkan

Untuk selanjutnya, memilih untuk berehat dengan optimal. Karena dapat kita bayangkan jauhnya perjalanan yang beliau tempuh untuk dapat sampai di sini. Di tambah lagi dengan cuaca yang sungguh menyentuh. Cuaca yang menelusup hingga ke sumsum.

Beliau datang dengan pakaian yang basah, kehujanan rupanya. Wah-ha-haa-haaa-haaaa-haaaaa-haaaaaa.😀 Bukan aku menertawakan, kebasahan beliau. Namun, pertama kali bersua dengan ini sosok, teringatlah aku dengan kebahagiaan kami yang lalu. Semenjak pergaulanku dengan seorang gadis Jawa ini, banyak hal baru yang aku temu. Banyak kenangan indah yang ingin ku ingat selalu. Tentang beraneka ekspresi yang beliau tampakkan di hadapanku. Ai! So-wah!

Gadis belia yang mulai beranjak dewasa, kini sedang berada di hadapanku. Ya, hingga pagi ini kami masih bersama.  Setelah semalam menghabiskan waktu untuk berceloteh ria tanpa  jeda. Hingga aku mengalami radang tenggorokan. Karena kebanyakan minum angin, maybe. Berhubung dengan kejadian semalam.

Despita yang geli deket-deket kucing, didekati oleh Catchy.  Disentuh pipinya oleh ekor Catchy yang panjang ketika Catchy sedang melintas di samping Despita yang sedang tiduran. Pun adegan lain yang tidak terduga. Dan hampir semuanya mengundang gelak dan tawa.

Selama kebersamaan kami berlangsung, ada yang berbahagia karena menikmati suasana. Ada yang tertawa karena ia tidak menyangka, ada jebakan dimana-mana. Hingga akhirnya, kami mengizinkan Catchy untuk berada di luar ruangan saja. Agar tiada lagi teriakan-teriakan yang tidak diharapkan terjadi atas ketidaksengajaannya mendekati kami.

Eheem, hem… berulang kali aku berdehem. Atas keadaan yang aku alami saat ini. Sepertinya ada yang kurang beres. Ehem…

***

Eits! Ketika aku sedang asyik-asyiknya rumpi di sini, iiccchhhh ‘deseu’ dataanng. Habis mandi.

Udah ah!

😀

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s